Proses evakuasi balita yang terperosok ke dalam lubang paku bumi (Foto: Akun instagram @palembangterkini)
Proses evakuasi balita yang terperosok ke dalam lubang paku bumi (Foto: Akun instagram @palembangterkini)

Baru ini jagat maya dihebohkan dengan berita tentang seorang balita yang terperosok ke dalam lubang paku bumi sedalam 32 meter.

Kahfi Ahzam (3) tewas setelah terjatuh ke dalam lubang paku bumi sedalam 32 meter bekas proyek Tanjung Api-api di Palembang, Sumatera Selatan. Saat itu, kabarnya Kahfi sedang menunggu kapal.

Baca juga: Heboh Suara Tanpa Orang dari Pendaki Hilang (Bonus 3 Cara Membuat Konten Viral)

Kronologi Kejadian

Dilansir dari Detik.com, Kasi Operasi Basarnas Palembang mengatakan kejadian naas tersebut terjadi pukul 15.00 WIB.

Dari laporan yang diterima, korban sedang menunggu kapal tujuan Bangka Belitung. Saat sebelum kejadian Kahfi sedang bermain di dekat lokasi bersama pamannya. Tanpa pengawasan, korban pun duduk-duduk di dekat tiang paku bumi proyek. Tanpa sadar, korban terjatuh ke dalam lubang sedalam 32 meter tersebut dan tidak bisa keluar.

Evakuasi Penyelamatan

Video proses evakuasi penyelamatan balita yang terjatuh dalam lubang paku bumi ini menjadi viral. Pasalnya dalam video tersebut tampak aksi-aksi heroik yang dilakukan oleh sejumlah tim Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas).

Dalam video yang dibagikan oleh akun instagram @palembangterkini pada Rabu malam (10/7/2019), nampak anggota Basarna tengah berjuang mengeluarkan balita tersebut. Konten dalam video ini masuk dalam konten explicit karena memperlihatkan sang balita.

Dalam video tersebut tim Basarnas saling menyelamatkan bocah tersebut dengan menggunakan tali. Aksi tersebut membuahkan hasil, balita berbaju kuning itupun akhirnya berhasil dikeluarkan dari lubang sedalam 32 meter dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: Doa Ampunan Setelah Sholat Dhuha

Video Penyelamatan yang Diunggah di Akun Instagram @palembangterkini

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PALEMBANG TERKINI, INDONESIA (@palembangterkini) on Jul 10, 2019 at 7:01am PDT

Dilansir dari Hai Online, mengutip dari ujaran Berty DY Kowaas selaku Kepala Basarnas Palembang, evakuasi korban sempat mengalami kesulitan. Diameter lubang yang terlalu sempit tidak memungkinan bagi petugas Basarnas untuk turun ke dalam lubang.

Semoga hal ini bisa dijadikan pelajaran bagi siapa saja agar selalu berhati-hati dimanapun berada. Bagi orang tua juga diharapkan untuk terus menjaga adik-adik atau anak-anak yang masih kecil supaya kejadian seperti ini tidak terjadi.

Baca juga: Ajarkan Anak Konsumsi Makanan Sehat