tri susanti

Tri Susanti, pelaku penyeberan berita bohong terkait perusakan bendera Indonesia di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dijerat pasal berlapis. Tri Susanti alias Susi dijerat pasal berlapis karena beberapa kali menyebarkan berita tidak akurat dan hoax di media sosial dan pemberitaan.

Baca juga: Gubernur Papua Barat Tuntut Wakil Walikota Malang Minta Maaf

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan menjelaskan mengapa Susi dijerat pasal berlapis. Tri Susanti diketahui menjadi koordinator massa yang mengepung Asrama Papua yang berlokasi di Jalan Kalasan Surabaya.

“Kemarin sore kami sudah menetapkan satu tersangka berinisial TS (Tri Susanti) dengan beberapa pasal yaitu UU ITE, UU KUHP 160, dan UU no 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana,” kata Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Mahasiswa Papua Bentrok dengan Warga Malang

Tri Susanti telibat aktif membuat unggahan di grup WhatsApp berupa ajakan dan seruan melakukan aksi di asrama mahasiswa Papua. Menurut Kapolda Jatim, unggahan tersebut diduga memiliki unsur provokasi dan hoax.

“Dia melakukan kegiatan hoaks tanggal 16 (Agustus). Yang kedua, (Susi) yang mengumpulkan ormas-ormas sebagai korlap dan ini didukung keterangan saksi lain,” ungkap Luki Hermawan.

Menurut Luki Hermawan, keterangan Susi bertentangan dengan kondisi di lapangan. Tidak ada perobekan bendera dan pematahan tiang bendera. Melainkan hanya pembengkokan tiang saja.

Baca juga:Pasca Bentrok Manokwari, Kemenhub Minta Keamanan Bandara Diperketat

Selain itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti di antaranya empat buah ponsel, 11 screenshoot percakapan, akun Facebook atas nama trisusanti, akun instagram @trisusanti, 1 kemeja warna biru, 1 syal merah, dan 1 topi hitam.