aplikasi berbagi tumpangan

Indonesia telah menjadi sebuah negara berkembang dengan kemajuan teknologi dalam bidang startup dan menjadi negara terbesar setelah Kanada.

Dalam dunia yang serba cepat ini, Bistar menjawab tantangan konsumen dengan menyediakan layanan daring aplikasi berbagi tumpangan.

Dilansir dari Bistar.id menurut salah satu pengalaman Ferry saat menggunakan aplikasi Bistar, ia sangat senang karena bisa pulang ke kampung tepat waktu.

Ferry merupakan seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di ibukota, hari ini ia bergegas untuk kepulangan ke kampung halamannya.

Namun ternyata Ferry kurang beruntung karena kereta api yang mengantar ia pulang ternyata telah berangkat duluan, dia ketinggalan kereta.

Selang waktu beberapa saat, ia langsung bergegas mengambil inisiatif mendapatkan cara  bagaimana ia bisa segera pulang ke kampung hari ini juga.

Dia menemukan aplikasi Bistar, sebuah aplikasi berbagi tumpangan yang bisa mengantar Ferry menuju kampung halaman tempat orangtua ia tinggal.

Tidak lama berselang, driver yang telah dipesan oleh Ferry langsung datang menghampirinya di stasiun dekat tempat ia tinggal di ibu kota.

Ferry sangat terbantu karena dengan menggunakan aplikasi Bistar, akhirnya ia bisa pulang ke kampung tanpa harus menunggu keesokan harinya lagi.

Berbeda dengan aplikasi tansportasi online lain, Bistar hadir menjadi tren baru aplikasi berbagi tumpangan yang melekat dengan masyarakat.

Salah satu yang membuat Bistar ini berbeda dengan aplikasi online lain yakni, driver Bistar bebas menentukan tawaran perjalanan yang harus dibayarkan oleh penumpang.

“Di bistar semua bisa saling berbagi tumpangan dan saling mengantar” ujar Ferry (8/8/2019).

Menggabungkan antara sistem marketplace yang telah dimiliki oleh Tokopedia dengan sistem sharing economi yang diusung dari AirBnB.

Bistar membawanya ke dunia transportasi, itulah mengapa Bistar yakin bahwa dirinya telah membuka era baru di dunia transportasi online.