tren digital generasi milenial

Kemampuan generasi milenial mempromosikan destinasi wisata Indonesia bakal menjadi strategi marketing yang baik untuk mendukung pariwisata Indonesia.

Namun, apa jadinya, bila destinasi tujuan wisata generasi milenial tidak sesuai harapan, khususnya daerah-daerah yang digaungkan oleh pemerintah.

Alih-alih berharap adanya kunjungan wisatawan baru, malah bisa menurunkan niat berwisata.

Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia, Azril Azhari, mengatakan, generasi milenial sangat senang dengan visualisasi, baik melalui gambar maupun video.

Sebagai contoh, liat video objek wisata Situ Gunung Sukabumi yang dikenal dengan suspension bridge terpanjang di Jawa Barat dan terpanjang di Asia.

Luckyarwb_ memberikan izin khusus kepada Bisnis.com untuk mengunggahnya terkait berita tentang objek wisata tersebut.

Baca juga: Ini 4 Kiat Sukses Bisnis EO Versi Greenhouse

Biasanya, generasi milenial akan mendokumentasikan momen yang bagus dan belum bagus melalui smartphone.

Tren Digital Generasi Milenial Sektor Pariwisata

Di tengah, akrabnya kalangan milenial dengan media sosial, maka pemerintah harus serius membenahi infrastruktur pariwisata.

“Pemerintah jangan fokus kepada marketing saja, karena generasi milenial ini adalah marketing yang sangat andal.

Baca juga: Jawa Masih Jadi Pusat Investasi, Kawasan Lain Apa Kabar?

Namun, kalau tiba di lokasi wisata dan menjadi kecewa, maka orang yang kecewa bakal menjelekkan lokasi dan tempat wisata tersebut,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (9/8/2019).

Azril menjelaskan generasi milenial adalah pelajar dan pekerja muda yang sangat akrab sekali dengan teknologi.

Kelebihan yang dimiliki kalangan ini yakni mencari jenis wisata yang unik, seperti wisata bawah laut, menikmati alam, atraksi kebudayaan, jelajah alam dan mendaki.

Namun yang harus diingat bahwa, generasi milenial juga memiliki keterbatasan yakni sangat selektif terhadap biaya pengeluaran dalam perjalanan wisata.

Baca juga: Menpar Targetkan Labuan Bajo jadi Destinasi Wisata Premium

Dia mengungkapkan, pelaku pariwisata harus bisa mencari peluang di tengah keterbatasan yang dimiliki generasi milenial.

Saat dihubungi oleh Bisnis.com pada Jumat (9/8/2019), Azril menuturkan, generasi milenial juga sangat menyukai produk-produk lokal dengan harga terjangkau.

Biasanya, dalam setiap produk-produk lokal yang dibeli oleh generasi milenial akan diabadikan dalam bentuk foto dan disebarkan melalui media sosial.

Dia menilai, hal ini akan menjadi baik, apabila pemerintah membenahi produk-produk lokal.

Selain mencari produk-produk lokal, tambahnya, kaum milenial juga mencari makanan yang unik dan terkenal yang ada di media sosial.

Keputusan untuk mengeksekusi warung makan, pembelian cenderamata biasanya akan sangat tergantung dengan review dari pelancong-pelancong sebelumnya.