pidato jokowi

Pengamat Politik Hendri Satrio menyebut tak hanya pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Nota Keuangan dan Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020. Tetapi, pidato Jokowi soal pemindahan Ibu Kota yang paling ditunggu-tunggu publik.

“Mudah-mudahan APBN kali ini lebih menceriakan dan akan mencerahkan. Apakah nanti lebih ke infrastruktur lagi seperti yang dibicarakan di visi Indonesia atau ini arahnya kemana, nanti kita simak,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Pindah Ibu Kota, RI Akan Contek Brasil

Lanjutnya, ia mengatakan pengumuman perpindahan ibu kota negara merupakan pidato yang paling ditunggu dalam pidato Presiden tahunan ini dihadap anggota DPR dan DPD.

“Bagaimana persiapannya, dan mengapa perlu dipindahkan, apakah ada perhitungan-perhitungan dari para ilmuwan soal bencana yang mungkin terjadi di Pulau Jawa atau untuk efisiensi,” terangnya.

Sambungnya, ia mengatakan yang perlu digarisbawahi menurutnya adalah perpindahan ibu kota itu tidak pernah mudah. “Tokyo pindah ke Kyoto sampai hari ini belum terlaksana juga. Malaysia ke Putrajaya pun sampai hari ini masih proses,” katanya.

Namun, ia menilai ciri khas Jokowi selalu ingin meletakkan tanda tangan prasasti di setiap dia punya kegiatan. Termasuk pemindahan ibu kota.

Maka, menurutnya, sejarah akan mencatat presiden yang pertama kali menginisiasi dan melaksanakan pemindahan ibu kota adalah Jokowi.

“Meskipun idenya sudah pernah dilontarkan Bung Karno kala itu,” jelasnya.

Tambahnya, “Tapi inilah Jokowi. Dia selalu ingin ada simbol-simbol dan monumen yang sebenernya bagus. Sejarah dapat terlihat tanpa kita cari-cari tetapi sudah nyata. Seperti jalan tol dan lain-lain, ” tukasnya.