Asianet.id – SpaceX meluncurkan 60 satelit internet broadband menuju orbit Bumi pada Senin (12/11) pukul 09.56 waktu setempat. Roket Falcon 9 yang membawa 60 satelit internet mencapai orbit tak lama setelah meluncur dari Stasiun Angkatan Udara Cape, Canaveral, Florida, AS.

Artinya, sudah ada 120 satelit internet yang sudah diluncurkan ke orbit Bumi. Sebelumnya pada fase pertama Mei, SpaceX berhasil meluncurkan 60 satelit Starlink.

Dilansir CNN, perusahaan yang digawangi ELon Musk ini berencana akan meluncurkan 24 satelit lagi pada awal 2020.

Menurut salah satu insinyur SpaceX, Lauren Lyons mengatakan nantinya proyek konstelasi satelit Starlink dapat membawa akses internet ke sebagian populasi dunia khususnya di daerah tertinggal.

Proyek ini ditargetkan dapat memulai layanannya di Amerika Serikat pada pertengahan 2020. Starlink menawarkan internet dengan kecepatan tinggi dan harga terjangkau.

CEO SpaceX Elon Musk sempat mengakui proyek Starlink yang menelan biaya sekitar US$10 miliar atau sekitar Rp144,7 triliun, berpotensi membuat perusahaannya bangkrut.

Sebelumnya, Komisi Komunikasi Federal (FCC) telah memberikan tenggat waktu pada SpaceX hingga April 2024 untuk meluncurkan setengah dari 4.400 satelit orbit rendah dan sisanya harus diluncurkan hingga April 2027.

Kemudian setengah dari 7.500 satelit orbit sangat rendah harus diluncurkan hingga November 20214. Sisanya harus segera diluncurkan hingga November 2027.

Beberapa waktu yang lalu Starlink sempat meminta persetujuan pada International Telecomunication Union untuk menyetujui 30.000 satelit tambahan Starlink tambahan. Sebelumnya pihak otoritas AS telah menyetujui sebanyak 12.000 unit.

Tujuan akhir dari proyek ini adalah untuk meluncurkan hampir 12 ribu satelit ke orbit di sekitar Bumi, menghubungkannya dengan sinar laser. Apabila bisa terjadi, maka seluruh penjuru dunia bisa terkoneksi dengan jaringan internet kecepatan tinggi.