Cafe Coffee Day

Pendiri kedai kopi terbesar di India Cafe Coffee Day, yakni VG Siddhartha ditemukan tewas setelah menghilang sejak hari Senin (29/7/2019).

Siddharta ditemukan tewas bersamaan dengan sepucuk surat tulisannya, dalam surat tersebut miliarder yang membuka bisnis kopinya sejak 1994 ini bercerita.

Menjelaskan bahwa tekanan dari bank, investor dan otoritas pajak yang mendorongnya untuk mengakhiri hidup.

Dia merupakan keturunan dari keluarga yang memiliki sejarah berladang kopi selama 140 tahun, kariernya bermula pada tahun 1960-an, Siddhartha berkecimpung dalam perdagangan saham.

Baca juga: Astragraphia Ciptakan Inovasi Baru di Era Industri 4.0

Memasuki tahun 1984, dia meluncurkan perusahaan investasi dan perusahaan modal ventura Sivan Securities di Bengaluru.

Dan mulai menginvestasikan keuntungannya dari awal untuk membeli perkebunan kopi di distrik Chikmagalur, Karnataka India.

Singkat cerita, dia mulai tertarik berbisnis kopi seperti keluarganya. Pada akhirnya, tahun 1993, dia mendirikan sebuah perushaan perdagangan kopi bernama ABC (Amalgamated Been Company) dengan omset tahunan lebih dari rs 6 crore.

Selama bertahun-tahun meningkat menjadi lebih dari Rs 2.500 crore.

Baca juga: Dulu Raja Basket, Kini Raja Bisnis Hingga Meroket

Terinspirasi oleh obrolan dengan pemilik Tchibo, kedai kopi Jerman, Siddhartha memutuskan untuk membuka kedai kafenya sendiri.

Cafe Coffe Day di negara yang tidak memiliki landasan budaya formatif di cappuccino.

Ia membukan gerai pertama Cafe Coffee Day di Brigade Road pada tahun 1994 dengan menggunakan tagline ‘Banyak yang bisa terjadi selain kopi’.

Kini Cafe Coffee Day telah berhasil menjadi kedai kopi terbesar di India memiliki lebih dari 1.500 gerai kopi, Cafe Coffee Day go public pada tahun 2015.

Baca juga: Kumpulan Startup Fintech di Indonesia

Namun, dalam beberapa kurun waktu terakhir, Cafe Coffee Day terlilit utang. Coffe Day Enterprises Ltd telah mengalami kerugian bersih yang terus membengkak.

Dari Rs 22,28 crore pada tahun 2017, menjadi Rs 67,71 crore pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2018.

Kendati demikian, pendapatan berhasil naik 59% menjadi Rs 122,32 crore.