sharp indonesia

PT Sharp Electronics Indonesia akan menambah kapasitas produksi dalam bentuk investasi perangkat lunak dan keras guna mengantisipasi akselerasi pertumbuhan pasar domestik.

Perseoran menilai investasi tersebut akan mempercept distribusi produk sesuai dengan kebutuhan kelas menengah.

National Sales Manager Sharp Indonesia, Andry Adi Utomo mengatakan, perseroan akan memfokuskan penjualan produk internet of things (IoT).

Yakni produk Smart Home Ecosystem seperti televisi definisi tinggi berukuran besar.

Namun, dia mengatakan perlu infrastruktur yang jelas dan edukasi kepada masyarakat dalam mengembangkan produk tersebut.

“Karena pasar masih baru, kami hanya prediksi pertumbuhan penjualan per tahun hingga 2023 hanya sekitar 5-7 persen,” uajrnya kepada Bisnis.com.

Baca juga: Perluas Jangkauan Asia Tenggara, Samsung Gandeng Shopee

Andry mengatakan perlu adanya infrastruktur pendukung agar memenuhi permintaan kelas menengah yang akan melonjak tersebut seperti infrastruktur jaringan 5G dan aturan pemerintah.

Selain itu pemerintah juga perlu menerbitkan regulasi yang dapat menumbuhkan lini bisnis tersebut di dalam negeri seperti insentif pajak.

Sekarang, perseroan masih mengimpor sebagian prouk Smart Home Ecosystem dalam bentuk produk wutuh.

Baca juga: Netflix Umumkan Inovasi Baru Dengan Membuat Konten Berlisensi

Adapun, produk IoP Sharp yang baru diproduksi di dalam negeri adalah jenis audio dan video.

Andry memproyeksikan penjualan produk IoT perseroan akan tumbuh hingga 50 persen pada 2019. “Masih kecil banget [komposisinya dari total penualan], paling baru 1%.”

Namun demikian, perseroan masih berdiskusi dengan pihak prinsipal agar dapat memproduksi produk tersebut di dalam negeri.

Pasalnya, Andry menilai tenaga kerja lokal telah memiliki kemampuan lebih dari cukup untuk memproduksi produk tersebut.