Sidang sengketa pilpres yang dilakukan mulai tanggal 23 Mei sampai dengan tanggal 27 Juni kemarin sudah selesai. Hasil keputusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi Kamis, (27/6/2019) adalah Majelis MK menolak seluruh permohonan yang diajukan dalam gugatan Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga.

Baca juga: Putusan MK Telah Keluar, Jokowi-Ma’ruf Amin Menang

Seperti diketahui MK telah memutuskan menolak gugatan pasangan Prabowo-Sandiaga mengenai hasil Pilpres 2019. Maka dari itu pasangan capres-cawapres nomor 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin menjadi pasangan terpilih.

Di tengah riuh proses Sidang Sengketa Pilpres 2019 ternyata sudah banyak hal yang dilewati selama pemilihan umum capres-cawapres tahun ini. Simak fakta-fakta berikut!

  1. Ada Reuni Di Tengah Sidang

    Cuitan @ReflyHZ mengenai rekannya sesama alumni FH UGM
    Cuitan @ReflyHZ mengenai rekannya sesama alumni FH UGM

Ada yang unik pada sidang ke lima sengketa Pilpres 2019, Jumat (21/6/2019). Sidang yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjadi ajang reuni sejumlah alumni Fakultas Hukm Universitas Gajah Mada (FH UGM) Yogyakarta.

Kehebohan ini bahkan menjadi trending topics di Twitter. Bahkan, pakar hukum Tata Negara Refly Harun menjadi salah satu yang ikut berkicau tentang hal ini. Ia bahkan menyebutkan nama-nama rekan sekampusnya yang hadir di persidangan, diikuti tahun angkatan masing-masing.

2. Bermunculan Kompilasi Sidang Pemeriksaan Saksi yang Dianggap Lucu

Banyak hal yang menarik selama sidang sengketa pilpres 2019. Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika tim kuasa hukum BPN Prabowo-Sandiaga Uno menghadirkan saksi-saksinya.

Dalam sidang sengketa ketiga, Rabu (20/6/2019) yang berlangsung selama 20 jam ini ternyata tidak hanya berjalan mulus. Ada banyak kejadian lucu yang memorable dari sidang ini. Bahkan beberapa media membuat kompilasi hal-hal menggelitik yang terjadi selama proses sidang berlangsung.

Namun, terlepas dari hal-hal lucu yang terjadi kita patut menghargai keberanian beliau-beliau yang menjadi saksi pada kasus persidangan ini.

Baca juga: Kenapa Susah Sinyal di Sekitar Gedung MK?

3. Jadwal Sidang Putusan Dipercepat

Foto: Hakim Mahkamah Konstitusi Sedang Membacakan Hasil Putusan Sidang MK (merdeka.com)
Foto: Hakim Mahkamah Konstitusi Sedang Membacakan Hasil Putusan Sidang MK (merdeka.com)

Jadwal sidang putusan Mahkamah Konstitusi sengketa pilpres atas gugatan hasil pilpres yang dilayangkan Prabowo-Sandi dipercepat yaitu, Kamis (27/6/2019). Sebelumnya sidang putusan sengketa pilpres 2019 akan dilaksanakan pada Jumat, 28 Juni 2019. Perubahan jadwal ini berdasarkan keputusan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH).

Tidak ada alasan atau pertimbangan di luar kepentingan MK terkait dipercepatnya sidang pembacaan putusan ini. Semuanya murni karena Majelis Hakim siap untuk membacakan putusan sidang.

4. Pembacaan Keputusan Sidang Sengketa Pilpres Dilakukan Oleh 9 Hakim MK Secara Bergantian

Foto: 9 Hakim MK (4 orang digantikan karena berhalangan)
Foto: 9 Hakim MK (4 orang digantikan karena berhalangan)

Pembacaan putusan hasil sidang sengketa pilpres dilakukan oleh ke-9 Hakim Mahkamah Konstitusi.

Akhir babak sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Kamis (27/6/2019) ditutup dengan pembacaan hasil sidang. Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak seluruh gugatan perselisihan hasil pemilihan umum dikarenakan permohonan tidak beralasan hukum. Keputusan ini dibacakan oleh masing-masing Hakim MK.

Uniknya empat orang dari ke sembilan hakim merupakan hakim yang juga menangani gugatan yang sama. Gugatan saat itu berkaitan sengketa pilpres 2014 yang juga diajukan kubu Prabowo. Sedangkan lima hakim lainnya baru pertama kali menangani kasus ini.

Baca juga: Putusan MK Telah Keluar, Jokowi-Ma’ruf Amin Menang

Kemarin pada tanggal 27 Juni 2019 telah diputuskan hasil dari sengketa pilpres 2019. Hasilnya pasangan nomor 01 Joko Widodo-Amir Ma’ruf memenangkan kontes pemilihan presiden tahun ini.

Terlepas dari siapapun pilihan kita, baik di posisi yang menjabat maupun oposisi, selama demi memajukan negara kita tecinta patut untuk kita dukung.