kota metropolitan
Foto: gerbang.co.id

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan pemerintah tidak hanya akan membangun ibu kota baru agar ekonomi di Indonesia bisa diratakan. Pemerintah juga berencana menciptakan kawasan metropolitan di luar Pulau Jawa.

Setidaknya ada 10 kawasan kota metropolitan yang sudah masuk dalam rencana pengembangan. Kawasan tersebut berada di dalam Pulau Jawa dan enam di luar Pulau Jawa.

Empat kota di dalam Jawa, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sementara enam kota di luar Jawa, yaitu Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Manado, dan Makassar.

Pemerintah akan bangun Kota Metropolitan di luar Jawa

Saat ini, pembangunan masing-masing kota sejatinya sudah mengarah ke sana. Tapi, pembangunan akan terus ditingkatkan agar nantinya kota tersebut benar-benar menjadi metropolitan yang menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan jasa.

Baca juga: Siapkah Kalimantan Timur Jadi Ibu Kota Baru Indonesia?

“Ini akan memperkuat pembangunan di luar Pulau Jawa,” ujar Bambang usai pengumuman resmi Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal lokasi ibu kota baru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8).

Bambang mengatakan pembangunan 10 kota metropolitan di kala membangun ibu kota baru perlu dilakukan agar pertumbuhan ekonomi kian merata. Selain itu, agar tingkat kesenjangan ekonomi antar wilayah bisa ditekan.

Data pemerintah saat ini, sekitar 58 persen dari pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih berada di Pulau Jawa. Hal ini yang kerap menyebabkan ada ketimpangan, salah satunya populasi penduduk.

Masyarakat, kerap datang ke kota-kota besar di Pulau Jawa untuk mencari peruntungan. Walhasil, 54 persen dari populasi penduduk Indonesia juga terpusat di Pulau Jawa.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan pembangunan 10 kota metropolitan, khususnya yang di luar Pulau Jawa akan dihubungkan dengan kawasan ekonomi di sekelilingnya, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), hingga Kawasan Strategis Pariwisata (KSP).

“Selain akan mendatangkan turis, kami ingin kawasan ini menjadi pionir perkembangan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menetapkan ibu kota baru akan berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara. Tepatnya berada di Kecamatan Samboja dan Kecamatan Sepaku Semoi.