fintech

Masyarakat saat ini tentu tidak asing dengan aplikasi fintech. Sudah bukan rahasia umum lagi jika aplikasi tersebut selalu meminta data penggunanya sebagai “jaminan”.

Sebelum pengguna membagikan data yang bersifat rahasia tersebut, selalu bersikap waspada. Berikut ini adalah beberapa hal yang patut diperhatikan pengguna ketika hendak membagikan data pribadinya ke aplikasi fintech.

Pastikan Terdaftar di OJK

Pengguna harus mencari tahu mengenai aplikasi fintech tersebut sudah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Fintech yang legal harus sudah terdaftar di OJK.

Baca juga: Exabytes Dorong UMKM Garap Pasar E-commerce

Teliti Izin Akses Aplikasi

Aplikasi di smartphone selalu meminta izin akses data atau fitur smartphone. Oleh karenanya jangan terburu-buru klik “allow” untuk mengizinkan aplikasi mengakses data dan fitur smartphone. Karena jika aplikasi tersebut digunakan untuk tujuan yang lain, maka data di smartphone bisa menjadi sangat riskan.

Baca juga: Tren Digital Generasi Milenial, Bisa Menjadi Peluang?

Mengaktifkan Fitur Keamanan

Tiap aplikasi fintech yang terdaftar di OJK sudah pasti memiliki fitur keamanan. Fitur keamanan tersebut bisa berupa blokir akun, verifikasi, gembok akun dan mode privasi. Pastikan telah mengaktifkan fitur tersebut yaaa.

Download Aplikasi dari Sumber Resmi

Selalu download aplikasi dari sumber resmi. Untuk Android, bisa download di Play Store sedangkan untuk iOS bisa download di App Store. Karena jika download aplikasi yang selain di tempat tersebut, berpotensi disusupi malware hingga adware.

Baca juga: Bistar: Demand Baru Aplikasi Berbagi Tumpangan