pemadaman listrik pln

Pagi ini Presiden Joko Widodo langsung menyambangi kantor pusat PT PLN untuk  mengetahui sebeb padamnya listrik disebagian besar wilayah Jawa, sejak kemarin.

Jokowi tiba jam 9 pagi di PLN, dan langsung mengadakan tanya jawab dengan jajaran direksi PLN.

Ia bertanya kenapa pemadaman listrik massal tersebut bisa terjadi.

“Kenapa itu? Saya tahu ini terjadi 2012 di Jawa dan bali, kita tahu banyak hal di luar PLN terutama konsumen dirugikan.

Transportasi umum juga bahaya sekali, MRT utama sekali. Tolong sampaikan simple saja, dan tidak dilakukan di masa yang akan datang,” pinta Jokowi kepada direksi PLN, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Jokowi Minta Pembangunan Listrik Tenaga Sampah Dikebut

Plt Direktur PT PLN (Persero) Sripeni Inten pun menjawab atas nama direksi memohon maaf atas kejadian pemadaman kemarin.

Ia juga menjelaskan bahwa Jawa-Bali memiliki dua sistem yakni Utara dan Selatan.

“Totalnya ada 4 sirkuit yang menjadi backbone adalah 500 KV, itu kalau di utara adalah Uangaran dan kemudian Selatan ada di Kediri.

Dua-duanya adalah 500 KV, dua sirkuit ini yang terjadi di Minggu adalah di utara titik jaringan Ungaran-Pemalang ada gangguan. Itu gangguan pertama pada 11.58,” jelanya teknis.

Baca juga: Menunggak Pembayaran, Listrik Jalur LRT Palembang Diputus

Penjelasan Sripeni cukup panjang dan teknis, dan disimak oleh Jokowi sebelum akhirnya berkomentar.

“Pertanyaan saya panjang sekali,  pertanyaan saya Bapak Ibu ini semua kan orang pintar.

Apakah tidak dikalkulasi ada kejadian kita tahu sebelumnya? Artinya jaringan yang ada tidak dihitung dikalkulasi dan betul-betul merugikan kita semuanya.”

Jokowi pun meminta perbaikan secepat-cepatnya, karena masih ada beberapa wilayah yang belum menyala listriknya.

“Dan segera tak tersisa kembali dan apa yang menyebabkan peristiwa besar itu jangan sampai kejadian lagi. Itu saja pesan saya.”