rumah dekat sekolah

Kebijakan pemerintah untuk menerapkan zonasi sekolah pada penerimaan peserta didik baru tahun ini sempat menimbulkan polemik di masyarakat.

Pasalnya, pihak sekolah akan memprioritaskan peserta didik yang rumahnya lebih dekat dari sekolah.

Rumah Dekat Sekolah

Kebijakan ini memang bukan hal baru, tetapi baru tahun ini diterapkan secara ketat sehingga banyak peserta didik dan orang tua yang kecewa karena anaknya tidak bisa masuk sekolah favorit lantaran rumahnya jauh dari sekolah pilihan.

Lantaran peraturan ini baru saja diterapkan secara serius, memilih rumah yang dekat dengan sekolah belum jadi pertimbangan utama para pembeli rumah.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa saat ini terlihat bahwa sekolah masih belum menjadi pertimbangan utama pembeli rumah.

Kebijakan itu juga belum berpotensi membuat harga hunian di sekitar sekolah favorit kemudian jadi naik.

Baca juga: Rumah Di Atas Mall. Beneran Ada?

“Dampak kebijakan itu belum terukur, apalagi ini kebijakannya hanya kebijakan tahunan yang kemungkinan tahun depan bisa berubah lagi. Dari segi harga juga kita belum bisa prediksi apakah rumah yang lokasinya dekat dengan sekolah itu terus naik, harus lihat juga minatnya gimana,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (9/7/2019).

Potensi pengembangannya, kata Ferry juga rendah, pasalnya kebanyakan di dekat sekolah favorit sudah tidak ada lagi atau hanya sedikit tanah kosong yang tersisa untuk dikembangkan.

Baca juga: Patut Ditiru, Kebiasaan Finansial Masyarakat Tionghoa

Namun, hal ini bisa menjadi peluang bagi pemilik tanah atau rumah bekas yang dekat dengan sekolah favorit.

Rumah.com dalam risetnya pada semester pertama 2019 menyebutkan bahwa lima besar faktor pertimbangan dalam membeli properti, kedekatan jarak rumah ke sekolah tidak menjadi pertimbangan utama.

Baca juga: Memiliki Rumah Co-Investing, Melihat Kekuatan Dalam Angka

“Dari 1.000 responden kami di seluruh Indonesia, lebih banyak pencari properti yang mempertimbangkan jarak ke fasilitas transportasi umum, ketimbang ke sekolah, masih 76%,” kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan.

Pertimbangan selanjutnya ada jarak ke tempat kerja sebanyak 47% dan sarana kesehatan sebanyak 43%.