penumpang kereta
Foto : Akun twitter @wan_smile saat asyik menikmati fasilitas Kereta Api Luxury KAI121

Badan Pusat Statisyik (BPS) merilis data perkembangan transportasi nasional 2019 dengan penurunan pada angkutan kereta.

Kepala Badan Pusat Statistik Suharyanto menyatakan bahwa perkembangan transportasi udara, darat, kereta, dan laut mengalami dinamika kenaikan yang berbeda.

Pada Juni 2019, penerbangan domestik secara (m-t-m) naik 33,55%. Sementara itu, secara (y-o-y) mengalami penurunan 16,99%.

Untuk penerbangan internasional Juni 2019, secara (m-t-m) naik 9,14% dan secara (y-o-y) naik 2,90%.

“Kelancaran penumpang karena momen mudik itu membuat jumlah penumpang angkutan udara naik 33,55%,” jelas  Suhariyanto di Kantor BPS, Kamis 1/8/2019.

Baca juga: #BusinessMatching RI di Selandia Baru Cetak 970 Miliar

Sebaliknya pada perkembangan transportasi angkutan kereta api, jumlah penumpang Juni 2019 secara (m-t-m) turun 0,03% meski secara (y-o-y) naik 6,24%.

Untuk kereta barang kata Suhariyanto, pada Juni 2019 (m-t-m) mengalami penurunan 11,80% meski secara (y-o-y) naik 5,56%.

Dia mengindikasikan bahwa angkutan kereta api malah turun 0,03% karena 74% penumpang berasal dari KRL.

“Karena mayoritas penumpang kereta api adalah commuter line dan ini banyak hari libur 10 hari cuti,” paparnya.

Sementara itu, untuk penumpang angkutan laut, pada Juni 2019 tercatat mengalami kenaikan (m-t-m) sebesar 12,89% dan secara (y-o-y) naik 13,97%.

Untuk kapal barang, pada Juni 2019 sama dengan angkutan barang kereta api mengalami penurunan (m-t-m) 7,88%. Meski demikian secara (y-o-y) naik 2,68%.

“Ini karena musim angkutan barang padat itu sebelum dan selama Lebaran sekitar H-10 sudah dilakukan,” tutur Suhariyanto.