gempa labuha

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa 7,2 SR yang mengguncang Maluku Utara. Titik pusat gempa yang terjadi pada hari Minggu (14/7/2019) tersebut berada di 62 km timur laut Labuha, Maluku Utara.

BMKG menjelaskan jika wilayah di sekitar tersebut, utamanya di Pulau Bacan, Halmahera Selatan termasuk kawasan seismik aktif dan kompleks. Aktif dikarenakan seringnya terjadi gempa di wilayah Halmahera Selatan. Kompleks yang dimaksud adalah kawasan tersebut mempunyai empat zona seismogenik sumber gempa utama. Ada tiga sistem sesar berada di kawasan tersebut.

Baca juga: Mulai Detik Ini, Benih Lobster Tidak Boleh Ditangkap

“Disebut kompleks karena zona ini terdapat 4 zona seismogenik sumber gempa utama, yaitu Halmahera Thrust, Sesar Sorong-Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar Sorong-Bacan. Adapaun ketiga sistem sesar: Sesar Sorong-Sula, Sesar Sorong-Maluku, dan Sesar Sorong-Bacan merupakan ‘percabangan’ atau splay dari Sesar Sorong yang melintas dari timur membelah bagian atas kepala burung di Papua Barat,” Papar Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Baca juga: Outstanding Minister, Susi Pudjiastuti Bungkam Para Haters dengan Kinerja

Gempa 7,2 SR dipicu oleh Sesar Sorong-Bacan. Selama ini sesar tersebut “tidur” dan menyimpan akumulasi medan tegangan kulit bumi yang terpatahkan sebagai gempa di Labuha kemarin sore.

Sejak gempa di Labuha sebesar 7,2 SR, terjadi sejumlah gempa susulan yang mengguncang kawasan Halmahera Selatan. BMKG mencatat ada 61 kali gempa susulan dengan magnitudo 5,8-3,1 SR.

Baca juga: Adem! Jokowi dan Prabowo Akhirnya Bertemu