ponsel bm

Banyak masyarakat yang khawatir terhadap nasib ponsel black market (BM) alias ilegal ketika aturan validasi IMEI ponsel dan sim card resmi diberlakukan. Karena imbas dari aturan tersebut berdampak bukan hanya ke ponsel BM saja namun juga ponsel yang dibeli di luar negeri.

Baca juga: Siap-Siap, Ponsel BM Tidak Bisa Digunakan di Indonesia

Nantinya pemerintah akan mensinkronkan data base IMEI dan SIM Card. Bila IMEI tidak terdaftar maka ponsel tidak dapat terhubung dengan layanan telekomunikasi di Indonesia.

Menanggapi keresahan masyarakat tersebut, Kemenperin melalui akun instagram resminya memaparkan berbagai hal terkait regulasi kontrol IMEI. Rencanya peraturan tersebut mulai berlaku tanggal 17 Agustus mendatang.

Baca juga: Menteri Susi Tantang Bos Facebook, Ada Apa Ya?

Ponsel ilegal yang dibeli sebelum 17 Agustus akan mendapatkan pemutihan yang regulasinya tengah disiapkan. Sama halnya dengan ponsel yang dibeli di luar negeri dan diaktifkan sebelum tanggal 17 Agustus, sama-sama akan mendapatkan pemutihan.

Kemenperin mengingatkan masyarakat tidak terlalu panik dan buru-buru mengecek IMEI ponselnya. Kemenperin saat ini tengah menyiapkan laman khusus guna mengecek IMEI ponsel resmi.

Baca juga: #Apollo50th, NASA Mengajak Masyarakat Turut Serta