milenial

Pemerintah telah meluncurkan skema rumah subsidi dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tanpa syarat gaji. Hal ini menjadi kabar baik bagi para millenial yang ingin memiliki rumah tanpa bingung melihat nilai gaji sebagai syarat KPR.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan program KPR subsidi ini memiliki sejumlah perbedaan dari program sebelumnya yang bertajuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca juga: Bank Indonesia Permudah Aturan Kredit Perumahan

Sebelumnya batas gaji yang dimiliki untuk memiliki rumah program FLPP maksimal 4 Juta untuk rumah tapak dan 7 Juta untuk rumah susun

Sedangkan untuk KPR subsidi pada tahun ini rencananya tidak ada batasan gaji. Hal ini disebabkan oleh generasi produktif yang memiliki gaji diatas angka tersebut namun belum bisa memiliki rumah.

Baca juga: Rumah Tapak Masih Menjadi Pilihan RI Dibanding Apartemen

Nantinya ukuran rumah KPR subsidi untuk millenial tidak lagi hanya 36 m2 tetapi bisa lebih. Adapun bunga KPRnya di bawah 5 persen, dengan uang muka hanya 1 persen. Keputusan ini juga dibuat agar semakin meningkatnya permintaan rumah.

Perihal keputusan ini, pemerintah memberikan jaminan kalangan millenial dapat memilih lokasi manapun. Pasalnya, program KPR subsidi ini juga akan diberlakukan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Program KPR subsidi ini merupakan arahan Presiden Jokowi dan masih terus dimatangkan bersamaan dengan Kementrian Keuangan dan OJK”, ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca juga: Rumah Subsidi Bogor Angsuran Gak Nyampe 1 Juta

Terkait program ini Basuki menambahkan “Dampak dari pembeli perumahan milenial akan besar. Walaupun nanti anggaran subsidi akan meningkat hingga 2 kali lipat, itu tidak masalah sih, karena ini anjuran dari Presiden untuk penyediaan rumah untuk kaum milenial, ya kita tinggal jalankan saja. Kan tugas kita menyediakan rumah dan agar mereka tidak memikirkan dunianya sendiri,” tegasnya.

Program ini nantinya tak hanya akan menggandeng PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang sudah menjadi ujung tombak pelaksanaan FLPP, tetapi juga mengandalkan bank pelat merah lain dan bank swasta.

Baca juga: Rumah Seperti Apa Sih yang Cocok Untuk Anak Muda