kebutuhan serata anak
Foto : Thinkstock

Tumbuh kembang anak yang optimal didukung oleh kecukupan kebutuhan nutrisi, salah satunya terpenuhinya kebutuhan serat anak.

Sayangnya, konsultan gastrohepatologi anak Frieda Handayani justru membeberkan kenyataan bahwa penduduk Indonesia, terutama anak-anak, ditemukan kekurangan asupan serat.

“Ini mengkhawatirkan. Kasus gastrohepatologi (berhubungan dengan sistem pencernaan) kebanyakan karena kekurangan serat,” ujarnya saat temu media dan blogger di Almond Zucchini, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Orang tua, katanya, mau tidak mau banyak berperan dalam asupan serat anak. Sehingga orang tua disarankan betul untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang kebutuhan serat anak.

Baca juga: Sayuran Paling Sehat Wajib Anda Konsumsi

Secara garis besar, serat bisa dibagi menjadi dua yakni serat larut air (soluble fiber) dan serat tidak larut air (insoluble fiber). Seperti orang dewasa, anak-anak pun memerlukan keduanya.

Serat larut air

Sesuai namanya, serat ini bisa larut bersama air. Frieda menjelaskan serat mampu menyerap air sehingga membentuk gel dan menimbulkan sensasi kenyang lebih lama.

Bentuk gel ini bisa mengikat kolesterol dan glukosa dalam darah sehingga kadar keduanya tidak berlebihan.

Serat larut air kemudian difermentasi bakteri usus sehingga menjadi short chain fatty acid atau asam lemak rantai pendek.

Lemak berfungsi meningkatkan fungsi sel, memperkuat imun, melindungi usus dari iritasi, mencegah kanker dan mempengaruhi suasana hati anak.

Anak bisa mendapat asupan serat larut air dengan mengonsumsi kacang polong, oat, jeruk, apel, aprikot, wortel, bawang dan pisang.

Serat tidak larut

Serat tidak larut air berarti serat tidak bisa dicerna secara utuh. Namun serat akan dipecah, difermentasi oleh bakteri baik kemudian membesar sehingga bisa membuat massa tinja besar dan lembut. Serat tidak larut air mencegah keluhan konstipasi.

Serat difermentasi bakteri usus sehingga menghasilkan bakteri baik lebih banyak.

“Serat tidak larut air bisa didapat dari biji-bijian, kulit buah-buahan, beras merah, gandum, brokoli, sayuran hijau, dan bawang,” imbuh Frieda

Kebutuhan serat sesuai usia

Menurut Frieda, kedua jenis serat diperlukan anak secara seimbang. Kebutuhan serat pun melihat usia anak.

Untuk anak usia 1-3 tahun sebaiknya mengonsumsi 16 gram serat agar kebutuhan serat anak terpenuhi sejak dini.

Sedangkan usia 4-6 tahun anak perlu serat sebanyak 22 gram, usia 7-9 tahun sebanyak 26 gram dan anak usia 10-12 tahun sebanyak 30 gram.

Contoh bahan pangan dan kandungan untuk cukupi kebutuhan serat anak (dalam 100 gram), yaitu:

– Brokoli mentah: 1,6 gram
– Wortel rebus: 0,8 gram
– Bayam rebus: 1,1 gram
– Kacang hijau: 1,5 gram
– Kacang merah rebus: 3,5 gram
– Kacang mete goreng: 1,1 gram
– Gandum: 13,4 gram
– Pepaya matang: 1,6 gram
– Apel: 2,6 gram
– Jeruk: 1,4 gram
– Pir: 2,8 gram
– Pisang ambon: 1,9 gram

Baca juga: Cara Mengobati Luka Bakar Secara Alami

Menu harian kaya serat

Frieda memberikan contoh menu harian untuk mencukupi kebutuhan serat anak usia 1-3 tahun yang setara dengan 16 gram serat.

Untuk sarapan, anak bisa menyantap semangkuk oat (4 gram serat) dan sebutir apel dengan kulitnya (2,8-3,6 gram serat).

Bekal sekolah bisa membawa roti gandum (per lembar 2 gram serat), sup wortel (1 gram serat), dan satu buah pir dengan kulit (3,5 gram serat).

Kemudian untuk makan malam, Anda bisa menyediakan spageti gandum (125 gram spageti mengandung 3 gram serat).

Tak berlebihan

Walau serat baik untuk kesehatan, tetapi perlu diingat bahwa asupan serat jangan sampai berlebihan. Menu-menu tadi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan serat anak.

“Serat larut air kan menyerap air, jika terlalu banyak perut bisa ‘begah’, kembung, pencernaan bukan lancar tapi malah blocking BAB.

Sedangkan serat tidak larut air dipecah di usus, lalu bakteri jadi banyak. Bakteri ini menghasilkan gas jadi terlalu banyak serat bikin kentut jadi bau banget, diare,” jelas dia.