labuan bajo
source image : backpackerborneo.com

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium. Sebagai destinasi wisata berkelas dunia dinilai memiliki potensi pariwisata yang sangat besar.

Akan menjadi destinasi wisata kelas dunia

“Presiden berharap Labuan Bajo bisa menjadi destinasi pariwisata utama kelas dunia. Ini artinya 3A juga harus berkelas dunia. Dari atraksi, terpilih sebagai Top 3 Best Snorkeling Places in The World dari CNN,” kata Arief di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Untuk aksesibilitas, lanjut dia, Bandara Komodo diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi bandara internasional. Sementara, untuk amenitas, dapat secepatnya memiliki Integrated Tourism Masterplan.

Baca juga: Suramadu Akan Menjadi Kawasan Superblok, Investor Mulai Melirik

“Labuan Bajo memang diarahkan untuk menjadi destinasi ekowisata yang berkelas. Artinya wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan dengan tingkat belanja yang berkualitas atau tinggi,” ucapnya.

Untuk menjadikan sebagai destinasi pariwisata premium, sejumlah hal terkait 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) memang terus ditingkatkan. Untuk atraksi misalnya telah dilakukan penataan wisata alam Taman Nasional Komodo, penataan Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Liang Ndara, dan penataan Kawasan Batu Cermin.

Proses pembangunan infrastruktur terkait

Sementara terkait aksesibilitas telah dilakukan pengembangan dan peningkatan status Bandara Komodo menjadi Bandara Internasional, pembangunan Kawasan Marina Wisata dan Kawasan Pelabuhan Labuan Bajo, dan pembangunan Jalan Strategis Nasional Lintas Utara Flores (Labuan Bajo-Bari-Reo) serta Lintas Selatan (Labuan Bajo-Warloka-Wae Rebo).

Baca juga: Outstanding Minister, Susi Pudjiastuti Bungkam Para Haters dengan Kinerja

Sementara itu dari segi amenitas, dilakukan pembangunan homestay di Desa Liang Ndara tempat lokasi pembangunan homepod, pembuatan desain dan rencana pembangunan toko suvenir di Puncak Waringin, pembangunan Research & Tourism Center, dan pembentukan Emergency Response Team.

Di sisi lain dilakukan pula pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) juga penambahan Armada Pengangkut Sampah, serta Gerakan Peduli Sampah, lalu pengusulan KEK Pariwisata Tana Naga dan Tana Mori di Manggarai Barat.

Mengalami lonjakan jumlah wisatawan mancanegara

Sebagai destinasi super prioritas, Labuan Bajo telah menorehkan berbagai macam prestasi. Salah satu prestasi terkait kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke mencapai 134% dalam waktu empat tahun, dari 2014 sebesar 38.891 wisman meningkat hingga 91.330 wisman pada 2018.

Baca juga: Negara Penghasil Ikan Terbesar di Dunia, Bagaimana Indonesia?