potensi e-commerce
Blibli.com membuat program The Big Start sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi e-commerce serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Toko-toko online (e-commerce) mempunyai kemampuan besar buat mendesak perkembangan ekonomi nasional. Hal itu sebab e-commerce bisa menjadi platform potensial buat memasarkan bahan-bahan usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM) dan menjangkau lebih banyak konsumen.

Tercatat, pada dikala ini jumlah UMKM di Indonesia menggapai 62,92 juta unit usaha ataupun 99,92% dari total unit usaha di Tanah Air. Dari jumlah UMKM sebanyak itu, zona ini sanggup meresap 96% tenaga kerja dan berkontribusi sebesar 60 persen terhadap produk dalam negeri bruto (PDB) Indonesia.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat pada tahun 2017 kemudian zona e-commerce sanggup mendesak perkembangan ekonomi nasional sebesar 0,712 persen ataupun kurang lebih Rp 93 triliun. Perkembangan ini diyakini akan terus menjadi bertambah bersamaan dengan kenaikan jumlah UMKM yang mengganti bisnis konvensional ke digital.

Peneliti Indef Nailul Huda menegaskan zona e-commerce masih belum dimaksimalkan dengan optimal sebab kebanyakan bahan- bahan yang dijual di platform tersebut ialah produk impor. Dia mengantarkan produk impor yang ada di e-commerce mencapai lebih dari 70%.

Di sisi lain kemampuan besar e-commerce masih belum dioptimalkan dengan maksimal karena jumlah pelaku UMKM yang memanfaatkan platform ini masih sangat minim. Delloite‎ Access Economics memberi tahu baru sekitar 9 persen pelaku UMKM di Indonesia yang memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan produk. Setelah itu McKinsey Global Institute menyampaikan hanya 5 persen UMKM yang sudah mampu bertransaksi secara online.

“Memanglah tidak bisa dipungkiri kalau sebagian besar produk yang ada di e- commerce ialah produk impor. Perihal ini bisa menimbulkan neraca perdagangan kita terus menjadi defisit serta menimbulkan nilai ubah rupiah melemah,” katanya sebagaimana dilansir oleh Warta Ekonomi di Jakarta, Senin( 15/ 7/ 2019).

Baca Juga: COMPFEST 11, Kerja Sama UI dan Go-Jek

Nailul Huda memohon para pelaku e-commerce dan pelaku UMKM untuk lebih menggencarkan kerja sama dalam bidang penyediaan tempat di platform e-commerce. Dia juga meminta para pengusaha e-commerce buat sediakan slot khusus bagi UMKM lokal supaya produk mereka bisa bersaing dengan produk impor.

“Pelaku UMKM kita juga harus bersiap untuk memasuki pasar e-commerce guna bersaing dengan pelaku usaha di luar,” ucapnya.

Mengoptimalkan Protensi E-Commerce 

Pada tahun 2016 Blibli menginisiasi program The Big Start untuk menjawab tantangan e-commerce di Indonesia. Program ini berusaha untuk mencari bibit-bibit pelaku UMKM yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Setelah itu Blibli akan membantu para pelaku UMKM tersebut untuk meningkatkan bisnis dan mendorong mereka agar masuk ke dalam platform online.

Deputy Chief Marketing Officer Blibli, Andy Adrian, mengatakan Blibli mempunyai tekad untuk terus mengapresiasi hasil karya para pelaku usaha kreatif dan UMKM dengan cara meningkatkan kapabilitas mereka supaya dapat bersaing secara kompetitif.

“Para pelaku UMKM yang mengikuti program ini akan dibekali dengan berbagai pengetahuan, pelatihan, networking, sampai modal usaha,” katanya di Gedung Sate, Bandung, belakangan ini.

Pada tahun 2019 The Big Start sudah memasuki musim keempat penyelenggaraan. Sejauh ini sudah ada puluhan ribu pelaku UMKM yang mengikuti program ini. Setiap musim penyelenggaraan Blibli akan memilah 100 pelaku UMKM terbaik agar bisa mendapatan pembinaan dan pendampingan secara langsung.

SVP Trade Partnership Merchant Sales Operation Development Blibli, Geoffrey L Dermawan, mengatakan pihaknya mempunyai komitmen jangka panjang dalam program pengembangan bisnis UMKM. Dia menjelaskan para pelaku UMKM yang sudah mengikuti program The Big Start akan dibantu untuk masuk ke dalam platform Galeri Indonesia yang ada di Blibli.com. Galeri Indonesia sendiri merupakan platform khusus bagi pelaku UMKM yang memproduksi produk-produk lokal.

“Sebenarnya TBS ini hanya langkah awal untuk para UMKM untuk mengembangkan bisnis dan usaha. Setelah mengikuti program The Big Start, para partisipan hendak menemukan peluang menyimpan bahan- bahan kreatif mereka di Galeri Indonesia, jenis spesial di Blibli. com untuk produk kreatif hasil penciptaan lokal,” jelas Geoffrey.

Kemampuan Baru

Andy Adrian mengatakan Blibli sangat optimis program The Big Start bisa mendorong lebih banyak pelaku UMKM dalam menggunakan platform online. Tidak hanya itu, dia percaya program The Big Start juga dapat menumbuhkan lebih banyak wirausahawan baru.

Dia mengamati kalau saat ini muncul tren baru di kalangan generasi milenial yang lebih tertarik untuk memakai serta menghasilkan produk-produk lokal. Padahal selama ini masyarakat Indonesia diketahui sangat gemar memakai produk-produk impor dengan merk populer. ia menegaaskan tren baru ini ialah kemampuan besar yang harus dimanfaatkan dengan baik.

“Jadi, saat ini generasi milenial bangga terhadap produk lokal. Ini merupakan potensi besar yang sangat menarik,” ucapnya.

Andy mengatakan Blibli terus berupaya mengajak semua pihak untuk memaksimalkan potensi dari generasi milenial ini. Apalagi pada tahun 2030 nanti Indonesia akan merambah masa bonus demografi saat generasi milenial merambah umur produktif. Ada juga, jumlah penduduk umur produktif diperkirakan menggapai 180 juta orang ataupun 2 kali lebih banyak dibanding umur nonproduktif.

“Ini ialah kemampuan serta kesempatan baru untuk Indonesia. Jadi, saat ini seperti telur baru menetas dan perjalanan masih akan sangat panjang,” pungkasnya.