Usia sudah matang, pekerjaan sudah mapan, namun jodoh tak kunjung datang? Hal ini membuat sebagian orang merasa cemas akan dirinya, apalagi ditambah dengan banyaknya teman-teman sejawat yang mulai membagikan undangan pernikahannya.

Tenang, Justru kita bisa memanfaatkan momen ke pernikahan teman untuk bisa bertemu dengan orang-orang baru atau bahkan bertemu dengan mantan gebetan dan kemudian bisa menjalin komunikasi lagi. ohya jangan lupa berpenampilan yang manarik ya.

Selain itu, ada beberapa mitos yang sampai saat ini masih dipercaya jika datang ke pernikahan adat jawa. salah satunya yakni mitos enteng jodoh. seperti yang dilansir pada Hipwee Wedding bahwa mengambil air bekas siraman calon pengantin bisa membantu enteng jodoh.

Selain itu mitos lain yang bisa membuat kita agar segera “tertular” menjadi pengantin adalah dengan mengambil bunga kantil atau bunga melati yang dipakai di sanggul sang pengantin wanita.

Berikut paparan mengenai keabsahan dari mitos tersebut seperti yang dirangkum oleh Hipwee Wedding.

Hiasan melati dan kantil pada sanggul pengantin wanita nggak hanya digunakan sebagai pemanis semata dalam tradisi pernikahan. Lebih dari itu, penggunaan bunga beraroma semerbak ini juga menyimpan makna

Pada pernikahan adat jawa, penggunaan melati dan bunga kantil merupakan satu hal yang harus ada. hal ini juga tak terlepas dari makna dari bunga itu sendiri. Melati dianggap bunga yang melambangkan kesucian, keanggunan, dan ketulusan. Aroma wanginya yang semerbak di dalam bunganya yang kecil melambangkan keindahan dalam kesederhanaan dan kerendahan hati.

lain hal nya dengan kembang kantil, dalam bahasa Jawa, kantil atau kemantil-kantil memiliki arti selalu ingat di manapun berada atau tetap mempunyai hubungan yang erat walaupun alamnya sudah berbeda. Filosofi inilah yang dipakai mengapa kembang kantil erat kaitannya dengan kelanggengan pernikahan.

Mengambil rangkaian bunga melati atau kuncup bunga kantil milik pengantin wanita, maka akan segera menyusul menikah ?

Jika dilihat dari kenyatannya memang dirasa kurang logis, bagaimana bisa mengambil sebuah bunga dari pengantin bisa membuat kita tertular menjadi pengantin juga, namun nyatanya mitos ini masih banyak di percayai oleh banyak orang.

Para tamu undangan atau teman dekat dari pengantin biasanya akan mengincar bunga yang menjadi hiasan kepala pengantin wanita dan akan mengambilnya secara diam-diam. Hal ini dilakukan saat acara resepsi digelar, dan dilakukan tanpa sepengetahuan siapapun. Bunga yang diambil tersebut disimpan dan dipercaya akan membuat seseorang tersebut segera mendapatkan jodoh dan menyusul menikah.

Hal ini juga dibenarkan oleh Mufthi Rahardjo, budayawan solo, dalam pemaparannya di CNN bahwa dengan mengambil bagian dari janur, pisang raja, dan juga bunga melati bisa membuat seseorang enteng jodoh. Ia juga menjelaskan bahwa saat mengambil melati atau kembang kantil sebaiknya meminta izin terlebih dahulu.

Mengambil melati atau kembang kantil tak semudah yang dibayangkan

kembang kantil dan melati yang menjadi hiasan kepala pengantin wanita ini tak semerta merta hanya menempel begitu saja di atas kepala, namun bunga tersebut diikat dengan kuat menggunakan benang sehingga tidak akan mudah jatuh maupun rontok.

aturan yang mengharuskan mengambil dengan diam-diam tanpa sepengetahuan ini nyatanya gagal. Bagaimana tidak, mengambil bunga yang diikat dengan kuat tersebut pastinya diperlukan tenaga untuk bisa melepaskan sang bunga dari lilitan benang, dan hal ini membuat sang pengantin sadar bahwa ada yang sedang berusaha mengambil bunganya. yah jadi ketahuan kan …

Mengambil melati atau kembang kantil sebaiknya setelah acara sudah selesai, sehingga kita tidak akan merusak hiasan bunga yang sedang dikenakan sang pengantin saat acara berlangsung

Mengambil kembang kantil dengan paksa tentu bisa merusak rangkaian bunga melati untuk sanggulnya, hal ini bisa membuat pengantin akan merasa tidak nyaman lantaran beberapa bunga melati atau kembang kantil yang mulai rontok dan berantakan.

Oleh karena itu, agar tidak merusak rangakain sanggul sang pengantin ada baiknya kita meminta izin terlebih dahulu, bahkan ada beberapa kasus yang mana sang pengantin malah membagikan bunga kantil untuk tamu maupun sahabat yang datang

Soal mitos atau tidak, tentu semua akan menikah pada waktunya, mau dapat kembang kantil atau tidak jika memang sudah waktunya ya pasti akan menyusul ke pelaminan juga kok, biar Tuhan yang mengatur kapan waktu terbaikmu, tetap berdoa dan semangat ya buat kamu yang menanti jodoh <3