make up artist
Backstage scene: Professional Make-up artist doing glamour model makeup at work

Kreativitas adalah salah satu atribut unggulan generasi milenial. Generasi ini adalah generasi yang kreatif dan penuh dengan ide. Sebuah penelitian dari Holmes Report menyatakan pekerjaan dalam bidang kreatif cocok bagi generasi milenial untuk mengeluarkan sisi kreatif yang mereka miliki.

Make up artist

Profesi make up artist atau yang biasa dikenal dengan MUA saat ini tengah menjadi tren di kalangan milenial. Profesi yang dulunya sangat identik dengan perias salon ini sudah banyak berkembang di masyarakat.

Berbekal keterampilan merias wajah, MUA bukan lagi sekedar hobi atau pekerjaan sampingan. Banyak milenial yang menjadikan MUA sebagai pekerjaan tetap. Selain hobi dan kreativitas, penghasilan yang besar juga menjadi daya tarik profesi MUA.

Head Teacher & Program Director Sekolah Tata Rias MANEKIN.ID, Kim, mengatakan profesi make up artist tidak memiliki batasan penghasilan. Semakin lama jam terbang MUA maka penghasilan yang dihasilkan juga semakin besar. Apalagi, industri kreatif saat ini yang kian berkembang dan mulai merambah ke dunia digital lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, dan YouTube menjadikan profesi ini menjadi kebutuhan.

“Dengan berkembangnya industri kreatif, memberi dampak bagi profesi make up artist. Dengan pangsa pasar yang demikian besar, profesi ini bisa menjadi andalan penghasilan bagi siapapun termasuk generasi milenial,” kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Baca Juga: Mengoptimalkan Potensi E-Commerce di Indonesia

Kim menuturkan, berdasarkan pengalaman, bayaran make up artist bervariasi mulai dari Rp 300.000 hingga puluhan juta rupiah sekali merias. “Dalam sehari, seorang MUA juga bisa memiliki klien lebih dari tiga jika jam terbangnya sudah tinggi, bisa dihitung berapa penghasilannya sebulan?” ujar Kim.

Di samping penghasilan, sejumlah milenial ingin menjadi MUA karena berharap bisa terkenal. Melalui media sosial, profesi make up artist menjadi sangat terbantu dalam mempromosikan hasil “karya” mereka. Beberapa penata rias pun menjadi terkenal karena karyanya di media sosial.

“Mereka juga ingin dipromosikan, kerja sama dengan artis, jadi selebgram (selebriti Instagram). Penghasilannya jadi semakin besar,” tambah Kim.

Kim menyampaikan MANEKIN.ID, bisa menjadi salah satu pilihan untuk belajar mengenai make up secara profesional. Meski terbilang baru, tapi para pengajar di MANEKIN.ID, memiliki pengalaman yang mumpuni di bidang make up artist dan merupakan lulusan sekolah make up ternama di Indonesia bahkan di dunia serta sudah memiliki sertifikat international MUA.

Founder MANEKIN, Natalia Oswandi, mengatakan peserta akan mendapatkan program untuk kelas tata rias mulai dari tingkat pemula hingga advance di MANEKIN.ID. Ia menjamin, dengan belajar di MANEKIN.ID maka para siswa bisa mendapatkan skill yang lebih baik karena dibekali dengan modul lengkap dan pengajar berpengalaman.

“Kami juga menyediakan kelas sesuai kebutuhan, mulai dari self make up professional, make up film, editorial, avant garde, hingga special effect,” kata dia.

Selain itu, MANEKIN.ID menyediakan program magang bagi siswa yang lulus dengan nilai terbaik, yang bekerja sama dengan production house, fashion show, dan photography, dengan standar internasional.

“Dengan pengalaman magang tersebut, siswa kursus bisa mendapatkan portofolio untuk meningkatkan karirnya di bidang MUA,” kata dia.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Harian Dari Jouska

Dengan dibukanya sekolah make up ini, Natalia berharap agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mengembangkan kegiatan wirausaha dan ditujukan juga untuk orang-orang yang memiliki kemampuan dan minat yang kurang terhadap pendidikan formal namun tetap ingin belajar dan menyalurkan bakat-bakat mereka di bidang lain.

Bagi milenial yang ingin menjadi make up artist, Natalia punya beberapa tips. Ia mengatakan semua orang bisa menjadi make up artist asal mau belajar. Namun penting pula bisa mempromosikan diri di media sosial karena teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana penjualan utama.

“Dengan mempromosikan lewat media sosial seperti Facebook, IG, atau Youtube, calon klien bisa melihat portofolio dan pengalaman yang dimiliki oleh make up artist, serta membuka jaringan yang lebih luas ke depan,” tutur dia.