literasi keuangan

Banyak orang yang bilang, “Ngapain belajar mengatur keuangan? Toh uang bukanlah segalanya. Uang tidak bisa membeli kebahagiaan.”

Namun kami ingin berbagi pendapat denganmu. Menurut kami, mereka yang mengatakan uang bukanlah segalanya dan uang tidak bisa membeli kebahagiaan adalah mereka yang tidak memiliki uang. Mengapa demikian?

Sekarang bayangkan Anda sedang bersedih karena orang tuamu sakit. Jika Anda punya uang, Anda bisa membayar biaya rumah sakit, orang tua sembuh, dan Anda tidak bersedih lagi.

Beda kasusnya saat Anda tidak punya uang, Anda tidak bisa membiayai pengobatan orang tua. Alhasil? Anda dan keluarga tetap sedih karena minim dengan literasi finansial.

Itu hanya satu contoh dari banyak contoh lainnya. Dari sinilah kami merasa uang sebenarnya penting. Mungkin memang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang.

Dengan demikian, orang yang bilang uang bukanlah segalanya dan tidak bisa memberi kebahagiaan sebenarnya hanya memberi alasan akan ketidakmampuannya memiliki uang.

Mereka disini hanya menolak menerima kenyataan.

Artinya, memiliki uang itu penting, dan untuk memiliki uang Anda harus meningkatkan literasi finansial, belajar ilmu finansial meski hanya dasarnya. Jangan biarkan diri menjadi gagap keuangan!

Tidak percaya? Yuk simak ulasan mengapa literasi finansial penting bagi Anda yang tergolong generasi milenial berikut ini:

Sebuah survei oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilakukan pada tahun 2016 silam menyebutkan, keuangan 49 persen masyarakat Indonesia masih didominasi dengan tujuan jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan hidup.

Perencana keuangan Prita Ghozie menanggapi hal ini dalam acara talkshow yang diadakan Kompas.com dan BTPN Jenius bertema ‘Cara Pintar Atur Finansial’ di Jakarta (2/2):

“Tak jarang pendapatan mulai menipis menjelang akhir bulan. Kadang juga tabungan terpakai untuk memenuhi kebutuhan tersier.”

Hal ini berlaku umum bagi generasi milenial, meski tidak bisa digeneralisasi semua milenial seperti itu. Namun, banyak anggapan bahwa generasi milenial masih gagap keuangan dan berakhir dengan keuangan yang menipis di akhir bulan.

Padahal, mengelola keuangan di zaman serba modern ini tidaklah sulit loh.

Dewasa ini sudah banyak tools yang dapat membantumu mengelola keuangan dengan cepat dan mudah, misalnya dengan menggunakan Aplikasi Finansialku. Dengan demikian generasi milenial pun bisa bebas keuangan.

Pentingnya, Literasi Finansial Bagi Generasi Milenial

Ada 5 alasan mengapa literasi finansial wajib dimiliki oleh generasi milenial, yakni sebagai berikut:

1. Tidak Mudah Tertipu

Tentu Anda sudah nggak jarang lagi dengar cerita tentang investasi bodong. Penipuan ini bisa terjadi karena rendahnya literasi finansial. Untuk itu, pemahaman seputar literasi semata-mata melindungimu dari penipuan.

Dengan mengetahui soal finansial, Anda bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan, misalnya dalam berinvestasi. Dengan demikian, masa depan finansialmu akan lebih cerah.

2. Jadi Penerus Bangsa

Meski masih tergolong muda saat ini, generasi milenial adalah generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan bisa membawa negara ini ke arah yang lebih baik lagi.

Menurut BPS, tahun 2017 penduduk Indonesia didominasi kelompok umur produktif dengan rentan usia 15-39 tahun.

Itu artinya 84,75 juta dari 258 juta penduduk Indonesia berada di usia produktif yang juga berarti 32% penduduk Indonesia kini didominasi generasi milenial.

literasi keuangan
Jadi, terbayang kan bagaimana pola hidup milenial bisa mempengaruhi bangsa ini?

Selain itu, dewasa ini kaum milenial mulai disorot oleh industri jasa keuangan, termasuk perbankan.

Mereka menilai bahwa kaum milenial sering dianggap sebagai sandwich generation, yakni generasi yang terhimpit atas bawah (anggapan bahwa mereka harus menghidupi orang tuanya serta keturunannya kelak).

Menanggapi isu tersebut, industri jasa keuangan menilai bahwa potensi kaum milenial akan kebutuhan produk perbankannya cukup tinggi. Dengan demikian, terbukti generasi milenial menjadi target utama perekonomian saat ini.

3. Mempersiapkan Masa Depan 

Jika Anda menganggap poin nomor 2 terlalu muluk-muluk, simak deh alasan ketiga ini. Anda tentunya menginginkan masa depan cerah dengan kondisi finansial yang baik bukan?

Kalau saat ini masih saja boros, tidak memperhatikan literasi finansial, dan tidak mulai mempersiapkan masa depan gimana nasib masa depanmu?

Logikanya, Anda harus mulai berpikir jangka panjang dan berinvestasi jangka panjang juga. Jadi, meski masa kini menjadi fokus perhatianmu, jangan sampai Anda melupakan masa depanmu.

4. Generasi Cerdas dan Kreatif

Semua generasi pun mengetahui dan mengakui bahwa generasi milenial adalah generasi muda yang cerdas dan kreatif. Generasi ini masih memiliki banyak waktu, kesempatan, dan energi untuk terus berkembang.

Jadi, intinya kita masih berpotensi memiliki masa depan cerah jika mulai membekali diri dengan literasi finansial yang memadai.

Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh banyak pendiri perusahaan start up yang juga didominasi oleh anak-anak muda.

Mereka menolak anggapan bahwa anak muda tidak mampu, dan membuktikan bahwa mereka bisa memanfaatkan literasi finansialnya untuk suatu hal yang bermanfaat.

5. Zaman Maju dan Berkembang 

Zaman semakin canggih, teknologi dan informasi berkembang pesat. Artinya, perubahan adalah suatu hal yang tidak terelakkan.

Jadi, sebagai manusia yang ingin bertahan dalam semua perubahan, kita juga harus mau berkembang dan beradaptasi.

Banyak orang di luar sana sudah berubah dan membekali dirinya dalam berbagai hal, termasuk keuangan. Kalau Anda nggak melakukannya, Anda hanya akan tertinggal dan tenggelam dimakan kemajuan zaman.

Yuk mulai membekali diri dengan literasi finansial yang cukup, agar kita bisa terus maju dan menghadapi masa depan dengan siap.

Cara Efektif Meningkatkan Literasi Finansial

Nah, setelah mendengar hal tadi tentunya Anda sadar bahwa mengatur keuangan itu penting bukan? Apabila Anda setuju dengan argumen tersebut, mari kita simak langsung 5 cara efektif untuk meningkatkan literasi finansial:

1. Manfaatkan E-book dan Sumber Lain

Jika Anda kesulitan mencari literatur atau sumber untuk memperoleh pengetahuan keuangan, jangan cemas. Kini semuanya bisa dengan mudah Anda temukan di internet.

Mulai dari teori, studi kasus, hingga pembahasan dan tips & trik bisa Anda peroleh dalam bentuk e-book, artikel, atau bahkan berita. Dan semuanya bisa Anda akses dengan mudah dan biasanya GRATIS.

2. Rajin Baca Koran Dan Majalah Keuangan

Memang apa untungnya membaca koran dan majalah keuangan? Membaca saja sebenarnya sudah memberi dampak positif bagi Anda.Secara tidak langsung, saat Anda membaca kolom demi kolom Anda sudah belajar.

Nah, kini Anda bisa mulai membaca kolom keuangan yang biasanya Anda lewatkan. Dari sini, Anda bisa belajar dengan cara yang menarik.

Anda bisa mengetahui berita keuangan terbaru secara global, dan belajar keuangan dengan cara yang lebih menarik melalui TTS di koran atau kuis di majalah.

Sebagai contoh, Anda bisa membaca majalah Fortune, Forbes, and Money yang dipelopori oleh The Kiplinger Letter, majalah finansial pertama di Amerika Serikat.

Atau jika ingin yang berbahasa Indonesia, Anda bisa membaca artikel-artikel terbaru dari Finansialku. Langsung download Aplikasi Finansialku sekarang melalui Google Play Store.

3. Ambil Kursus Tentang Keuangan
Kini tidak sulit mencari kelas-kelas yang menyediakan kursus keuangan dengan murah, bahkan misalnya Anda bisa memperolehnya gratis dengan online course.

Pengetahuan ini akan sangat membantu Anda memperoleh tips dalam mengatur keuangan Anda untuk memperoleh tujuan dengan cepat.

Selain itu, Anda bisa berperan aktif dalam sesi tanya jawab yang tidak bisa Anda peroleh melalui buku dan majalah.

4. Gunakan Tools Keuangan

Misalnya saja kalkulator finansial dari HP, Texas Instruments, Sharp, Casio, atau Canon. Fungsinya adalah untuk menghitung cicilan, bunga, arus kas, dan masih banyak lagi.

Selain itu, kini sudah banyak juga aplikasi yang menyediakan pengaturan keuangan dengan mudah.

Contohnya adalah Aplikasi Finansialku, dengan berbagai fitur yang pastinya membuat pengaturan keuangan menjadi mudah, praktis, dan cepat. Beberapa contoh fiturnya antara lain:

  • Informasi atau artikel terbaru mengenai keuangan
  • Tips keuangan, asuransi, karir, investasi, dan mengelola uang
  • Fitur membuat anggaran dan rencana keuangan
  • Fitur tanya jawab, dan masih banyak lag
literasi finansial
Masih ragu untuk download? Aplikasi Finansialku sudah berada di bawah pengawasan OJK loh!

5. Ikut Komunitas Keuangan Dan Investasi Yang Positif

Tujuan dari komunitas keuangan adalah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang keuangan, umumnya adalah investasi.

Disini Anda bergabung dengan 10 hingga 20 orang lainnya yang sama-sama tertarik dalam berinvestasi.

Nah, ilmu yang Anda peroleh disini umumnya merupakan hasil pengalaman orang lain, dimana Anda tidak hanya memperoleh teori saja, namun juga permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya.

Finansialku juga memiliki wadah berupa komunitas Finansialku, yang mengajak Anda belajar sambil bermain terkait bidang keuangan. Jika Anda berminat, langsung join komunitas Finansialku sekarang!

Pentingnya Meningkatkan Literasi Finansial

Jangan pernah beranggapan bahwa urusan uang adalah hal yang tabu sehingga membuat Anda gaptek keuangan.

Mulailah mengaplikasikan beberapa tips di atas agar literasi finansialmu meningkat. Dengan demikian, Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih baik layaknya perencana keuangan.