Polusi Udara Jakarta

Padamnya aliran listrik di Jakarta tak sepenuhnya membawa hal negatif. Hari Senin (5/8/2019) sehari setelah Jakarta lumpuh akibat padamnya aliran listrik, data di AirVisual menunjukkan udara Jakarta bersih sedikit polusi. Namun, ketika aliran listrik kembali pulih, polusi udara juga ikut kembali.

Baca juga: Presiden Marah Kepada Bos PLN Terkait Listrik Padam di Separuh Jawa

Dua hari usai listrik sepenuhnya pulih, Jakarta kembali ke jajaran atas kota dengan kadar polusi udara tertinggi dunia. Hal ini tentu bukan berita yang membanggakan.

Berdasarkan situs pemantau kualitas udara AirVisual.com yang dipantau hari Rabu (7/8/2019) pukul 08.49 WIB, Jakarta menduduki peringkat kedua. Dengan skor Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai 154 atau berkategori unhealthy alias tak sehat, dengan PM 2,5 senilai 60.8 µg/m³. Sedangkan Hanoi memiliki skor 161.

Baca juga: Pohon Sengon Sebabkan Ibukota Lumpuh?

Dikutip dari situs bmkg.go.id, Partikulat (PM2,5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer). Sementara, Nilai Ambang Batas (NAB) adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien, NAB PM2,5 = 65 µg/m³.

Saat listrik berangsur pulih, Selasa (6/8/2019), skor polusi udara ibu kota mencapai 87 atau masuk kategori moderat. Rangkingnya pun naik ke posisi 15. Dan kini, kualitas udara Jakarta kembali ke normal dengan kategori tak sehat.

Baca juga: 30% Perekonomian RI Terdampak Listrik Padam