ciliwung
RELOKASI PEMUKIMAN BANTARAN KALI CILIWUNG. Suasana pemukiman warga bantaran Sungai Ciliwung yang berada di kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa (3/1). Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Pusat menganggarkan dana sekitar Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun untuk merelokasi sebanyak 1.185 bangunan atau 10.000 ribu jiwa yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung untuk segmentasi Kampung Melayu-Manggarai. MI/ARYA MANGGALA

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat menemukan sejumlah limbah medis tengah dalam kondisi terapung pada aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di Kampung Kebon Jukut, Kota Bogor, Kamis (4/7).

“Jumlahnya ada sekitar delapan unit limbah medis setelah saya satu jam di situ, salah satunya bekas infus,”

ujar Lurah Babakan Pasar Kota Bogor, Rena Da Frina usai meninjau lokasi lantaran menerima aduan warga, dilansir Antara.

Temuan berupa limbah berbahaya ini sudah ia laporkan secara resmi kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Rena lantas mengumpulkan berbagai sampah bekas Rumah Sakit (RS) itu sebagai barang bukti.

Rena mengatakan, limbah medis di Sungai Ciliwung rupanya sudah menjadi pemandangan biasa bagi warga Kampung Kebon Jukut, terlebih bagi mereka yang rumahnya tak jauh dari aliran Sungai Ciliwung. Rena juga menerima laporan mengenai fasilitas kesehatan (faskes) yang diduga membuang limbahnya ke Sungai Ciliwung.

Baca juga: Khasiat Minum Segelas Air Kelapa

“Ada beberapa referensi faskes dari warga, hanya saja nanti kita koordinasi dengan Kelurahan Sukasari dan dinas terkait. Kami hanya penemuan di lapangan,” kata Rena.

Ia mengencam atas perilaku oknum yang dengan sengaja membuang limbah medis ke aliran Sungai Ciliwung. Pasalnya, air Sungai Ciliwing sampai saat ini masih dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Jumlah limbahnya terbilang banyak. Sayang sekali limbah bahaya dibuang ke sungai, sementara warga yang tinggal di bantaran masih sering memanfaatkan air di situ, seperti mandi,” kata dia.