polusi udara

Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) mengatakan, tingginya jumlah kendaraan bermotor di perkotaan menyebabkan masyarakat terpapar polusi udara.

Baca juga: Listrik Pulih, Polusi Udara Jakarta Kembali

Di jalanan, bukan saja partikel debu yang bertebaran, namun juga gas emisi kendaraan.

Agus menilai, gas emisi kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber polusi udara tertinggi di Jakarta. Untuk itu, masyarakat perlu melindungi diri dari paparan polutan.

“Konsekuensi inilah yang menyebabkan masyarakat kota Jakarta dan perkotaan lainnya perlu melakukan upaya pencegahan yang tepat dari dampak kualitas udara yang buruk,” kata Agus yang menjabat sebagai Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – RSUP Persahabatan.

Agus merekomendasikan penggunaan respirator dan masker sebagai upaya untuk melindungi diri dari paparan partikel yang dapat menurunkan kondisi kesehatan tubuh.

Baca juga: Kebakaran di Jakarta Paling Banyak Karena Masalah Listrik

Sebagai dokter spesialis paru, ia pun senantiasa mengimbau masyarakat untuk memakai respirator atau masker yang tepat untuk perlindungan maksimal setiap saat, baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Dalam hal ini penggunaan respirator dan masker seharusnya sudah menjadi kebiasaan dalam perlindungan sehari-hari,” ujarnya.

Respirator dan masker yang dipilih, menurut Agus, harus memiliki filter atau penyaring debu, kotoran, dan partikel.

Baca juga: 30% Perekonomian RI Terdampak Listrik Padam

Kemampuan filtrasinya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kegiatan mereka. “Pakai masker yang tepat, baik saat berada di dalam maupun luar ruangan,” ucapnya.