ikan mati

Sejak Jumat (28/6) kemarin, puluhan ton ikan mati mendadak di Waduk Kedungombo. Ikan-ikan tersebut milik petani keramba Waduk Kedungombo di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali. Kejadian tersebut membuat petani merugi hingga ratusan juta rupiah.

Jumlah ikan yang mati mendadak di wilayah Sragen mencapai puluhan ton. Sedangkan di wilayah Boyolali, terhitung hanya sampai 2 ton. Jumlah kematian dan kerugian akibat kematian mendadak ikan di keramba Waduk Kedungombo diharpkan tidak lagi bertambah dan tidak separah tahun sebelumnya.

Baca juga: Viral! Foto Macan Langka Sedang Dikuliti

Fenomena kematian mendadak ikan-ikan di Waduk Kedungombo tersebut biasa disebut sebagai fenomena upwelling. Hal itu terjadi akibat perubahan suhu di bawah air dengan permukaan.

Air di waduk tiba-tiba keruh, kemudian ikan tampak naik, lalu mati. Air keruh tersebut dipengaruhi oleh air yang berwarna putih dari dasar waduk naik ke permukaan. Air tersebut mengandung bakteri dan limbah pakan ikan. Akibatnya, air tersebut meracuni ikan, sehingga membuat ikan mati mendadak.

Baca juga: Suramadu Akan Menjadi Kawasan Superblok, Investor Mulai Melirik

Sebenarnya, petani bisa mengantisipasi fenomena upwelling tersebut. Caranya, petani bisa menggeser keramba ke tempat lain sebelum upwelling terjadi.

Namun cara tersebut membutuhkan kerja ekstra dari petani. Menarik keramba itu membutuhkan dua hingga tiga perahu, padahal petani biasanya memiliki satu perahu.