Foto: Jual beli kayu bajakah di e-commerce
Foto: Jual beli kayu bajakah di e-commerce

Keberhasilan dua siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menjadi kabar gembira. Mereka mendapat penghargaan berupa Gold Medals di ajang World Invention Creativity (WICO), Juli lalu di Seoul, Korea Selatan. Prestasi ini atas penemuan mereka berupa kayu bajakah sebagai obat kanker payudara.

Baca juga: Jangan Asal, soal Kesehatan Kulit Percayakan pada Ahlinya

Namun rupanya penemuan ini tidak melulu berujung kebaikan. Meskipun besar manfaatnya, penemuan kayu bajakah sebagai obat kanker ini masih di tahap sangat awal.

“Mungkin Bajakah masih pada tahap yang sangat awal untuk dinyatakan efektif bagi kanker. Masih banyak tahapan ilmiah yang perlu dilewati.” ujar Venita, pakar medis Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta, melansir CNN Indonesia.

Kendati demikian ia tidak menampik potensi akar Bajakah sebagai obat kanker.

Meskipun terlalu dini rasanya mengatakan kayu ini sebagai obat ampuh kanker payudara, nyatanya tiba-tiba di Indonesia marak jual beli kayu ini.

Baca juga: Awas! Kecanduan Gagdet Bikin Sperma Terganggu

Penemuan Kayu Bajakah Sebagai Obat Kanker Mahal Karena Viral

Di balik penemuan cemerlang obat kanker payudara ada ketakutan yang dirasa oleh orang tua maupun pihak sekolah tempat Aysa Aurelya Maharani dan Anggina Rafitri.

Benar saja, beberapa saat setelah tanaman tersebut viral, banyak orang yang kini mulai masuk ke dalam hutan di Kalimantan Tengah untuk memburu pohon satu ini. Nantinya kayu-kayu ini akan ditebang dan dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Dilansir dai Hai Online, fakta ini terungkap melalui postingan salah satu pengguna facebook dengan akun Stalino Tanoto Saerang, Kamis (15/8/2019).

Tidak hanya dijual di daerah asalanya saja. Sejumlah penjual di situs e-commerce di Indonesia diketahui juga telah menjual tanaman yang dikabarkan ampuh untuk mengobati kanker ini. Bahkan harga paling mahal untuk 1 kilogram kayu Bajakah bisa mencapai Rp 2 juta.

Ketakutan warga asli Kalimantan Tengah adalah ketika kayu ini semakin viral semakin orang yang berdatangan dan menebang tanpa aturan. Sudah habis kayu untuk bangunan di eksploitasi, masa kayu untuk obat-obatan juga akan bernasib sama.

Baca juga: Minum Air Dingin Saat Cuaca Panas, Apakah Berbahaya?