Vokalis Slank, Kaka, saat ini sedang menjalani program “diet” plastik. Ia menyebut dirinya tidak benar-benar berhenti menggunakan plastik, namun ia mencoba mengurangi penggunaan plastik. Indonesia sebagai salah satu penyumbang sampah plastik terbesar turut mengundang perhatianya.

“Saya saat ini juga bukan orang yang benar-benar  berhenti gunakan plastik. Tapi bertahap sudah saya biasakan tidak lagi segala sesuatu menggunakan plastik,” Ujar Kaka dilansir dari cnnindonesia.com

Kaka juga menyampaikan ada beberapa cara yang bisa masyarakat lakukan untuk mengurangi limbah plastik dari beberapa kebiasaan kecil.

Pertama, membiasakan diri menggunakan stainless straw yang bisa digunakan berulang kali sehingga dengan begitu ia turut mrngurangi limbah dari sedotan plastik. Menurut kaka cara tersebut terbilang sederhana, namun ia yakin akan memberi dampak jika dilakukan secara bersama-sama.

Cara yang kedua, Kaka menyampaikan bahwa masyarakat juga harus mulai mengurangi ketergantungan dengan kantong plastik. Dimulai dengan membawa tas sendiri saat ke pasar atau di toko swalayan, jika memang barang yang dibeli sedikit, Kaka akan membawanya menggunakan tangan atau memasukkannya ke dalam tas yang sedang ia bawa sendiri.

“Ya sesederhana itu kita mulai dari diri sendiri,” Ujar kaka

Dilansir dari media online cnnindonesia, DKI Jakarta disebut menjadi salah satu penghasil sampah plastik terbesar di Indonesia. Riset Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menyebutkan bila penggunaan kantong plastik per tahun di Jakarta mencapai 300 juta lembar.

Menurut temuan GIDKP, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), 15 persen di antaranya adalah sampah plastik. Sedangkan Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) mencatat total konsumsi plastik di Indonesia mencapai 4,25 miliar kilogram per tahun atau setara dengan 17 kilogram per kapita.

Baca juga: Artis Jadi Calon Menteri Milenial, Kira-kira Siapa?

Atas dasar itu menurut Direktur GIDKP Tiza Mafira DKI sudah harus membuat aturan khusus seperti beberapa daerah lain seperti Banjarmasin, Bali, hingga Bogor yang pemerintahnya melarang penggunaan plastik sekali pakai.

“Jakarta kapan? Tapi tidak cuma Jakarta, kota lain juga seluruh Indonesia kapan?” ucap Tiza pada cnnindonesia.com