makedonia

Republik Makedonia Utara tercatat sebagai salah satu negeri dengan populasi penganut agama Islam terbanyak di Daratan Eropa. Bagi informasi yang dirilis Pew Research Center pada 2016, jumlah Muslim di Makedonia dikala ini diperkirakan menggapai 808 ribu jiwa lebih ataupun sekira 39,3 persen dari total penduduk negara itu.

Dengan demikian, Islam merupakan agama terbanyak kedua di Makedonia sesudah Kristen Ortodoks. Kalangan Muslimin yang hidup di Makedonia Utara biasanya berasal dari latar belakang suku serta budaya yang berbeda.

Sebagian lain merupakan Albania, Turki, Romani, Bosnia, serta Makedonia Asli

Komunitas Albania ialah etnis Muslim sangat dominan di Makedonia yang jumlahnya sampai 500 ribu jiwa lebih. Sebagian besar dari mereka tinggal di Daerah Polog serta kawasan barat negeri itu.

Sedangkan, etnis Makedonia asli yang memeluk agama Islam diperkirakan berkisar antara 40ribu–100ribu jiwa.

“Mereka biasanya keturunan generasi warga Kristen Ortodoks yang masuk Islam semenjak berabad-abad yang dulu sekali kala Kesultanan Turki Ottoman memahami Balkan,” ungkap periset asal Turki, Yaar Kalafat, dalam papernya bertema“ Popular Beliefs Among the Macedonian Turks: Turkmens, Torbeshes, Turkbashis, Chenkeris, and Yörüks”

Bersumber dari catatan sejarah, persentase populasi Muslim Makedonia pernah menurun dari 36,76 persen pada 1904 jadi 24,05 persen pada 1961. Tetapi, semenjak tahun 1971, angka tersebut kembali bertambah, sehingga jumlah Muslim di negeri itu saat ini menggapai 39,3 persen.

Tidak cuma itu, masih bagi Pew Research Center, Islam apalagi diproyeksikan bakal jadi agama kebanyakan di Makedonia pada 2050

“Dalam 35 tahun mendatang, persentase umat Muslim di Makedonia diperkirakan hendak mencapai 56,2 persen, menggeser posisi umat Kristen yang jadi kelompok kebanyakan dikala ini,” ungkap Pew Research Center dalam laporannya The Future of World Religions: Population Growth Projections, 2010-2050.

Seperti halnya kalangan Muslim di negara-negara Eropa yang lain, tantangan utama yang dialami umat Islam di Makedonia dalam beberapa waktu ke depan sepertinya akan terkonsentrasi pada isu anti-Islam ataupun Islamofobia.

“Terlebih, kelompok anti-Islam saat ini ini tidak henti-hentinya berupaya mencemarkan nama baik Islam serta melawan kedatangan kalangan Muslimin lewat tekanan politik, budaya, serta pemberitaan media,” tulis Ferid Muhic dalam laporannya,“Muslims of Macedonia: Identity Challenges and an Uncertain Future”.

Ia menegaskan, sebagian kelompok ekstremis sayap kanan serta golongan politisi berhaluan neofasis sudah meluncurkan kampanye di beberapa negeri Eropa Barat buat mendesak ketakutan warga terhadap Islam.

Di antara mereka ada Marie Le Pen (pemimpin sayap kanan di Prancis), Joerg Haider (Austria), serta Geert Wilders (Belanda).“Tokoh-tokoh itu senantiasa meng gam barkan Islam serta Muslim bagaikan caman terhadap perdamaian serta stabilitas Eropa,” imbuh Muhic.

Bagi ia, kampanye anti-Islam yang dilancarkan oleh kalangan ekstremis tersebut secara tidak berubah-ubah bakal menempatkan masa depan umat Islam Makedonia di dasar te kanan. Kekhawatiran Muhic tersebut bukan tanpa alasan.

Alasannya, beberapa tokoh politik terkemuka di dalam badan pemerintahan Makedonia saat ini pula mulai melancarkan kampanye yang menjelek-jelekkan Islam. Tidak cuma itu, permasalahan diskiriminasi pula jadi kenyataan yang wajib dialami umat Islam Makedonia hari ini.

Perihal itu tercermin pada tingkatan partisipasi mereka di bidang pembelajaran, ekonomi, serta politik. Seluruh riset-riset serta informasi statistik meyakinkan kalau warga Muslim Makedonia terletak di tingkat sangat dasar di bidang pembelajaran.

Umat Islam di negara itu pula tercatat bagaikan kelompok yang termiskin dari segi sosial.

Baca juga :