kresek qurban

Pada perayaan Idul Adha tentunya identik dengan membagi-bagikan daging qurban, baik itu daging sapi maupun daging kambing. Seperti yang kita tahu dalam membagikan daging tersebut sering kali panitia setempat menggunakan wadah berupa kresek berwarna hitam karena dianggap praktis dan mudah ditemui.

Baca juga: 101 Jamaah Haji Wafat Jelang Wukuf

Namun tahukah anda bahwa kresek hitam dilarang digunakan untuk wadah makanan, karena kresek hitam tidak memiliki standart food grade. Melansir dari health.detik.com, pemerintah telah melarang penggunaan kresek atau kantong plastik yang tidak terstandarisasi untuk digunakan pada makanan.

“Pertama memang karena food grade tadi. Banyak plastik yang beredar, yang keresek hitam itu, bukan food grade. Artinya kalau dia kontak dengan makanan maka komponen dari plastik itu pun, yang digunakan untuk membuat plastik akan terlucuti dan masuk kedalam makanan,” tutur ahli teknologi pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Purwiyanto Hariyadi mengutip dari detikHealth.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Jelang Idul Adha, Hmm Mesti Dicoba!

Pasalnya kresek hitam merupakan produk daur ulang yang mana penggunaan sebelumnya seringkali tidak diketahui. Bisa jadi dari wadah pestisida, limbah, logam berat, dan sebagainya.

Tak hanya kresek hitam, produk plastik yang berwarna mencolok seperi hitam, biru, atau merah tidak dapat dipastikan kemanannya untuk digunakan sebagai wadah makanan dan menganjurkan masyarakat untuk memilih plastik yang terlihat jernih dan transparan meskipun hal itu juga belum dapat dipastikan kemanannya.

Baca juga: Kabar Duka: KH Maimun Zubair Meninggal Dunia

Penggunaan kresek semakin di dibatasi, jika memang digunakana untuk makanan disarankan yang mengandung logo tara pangan dan kode daur ulang.