kesehatan kulit

Untuk tampil lebih menarik, orang rela melakukan segala cara seperti melakukan perawatan kulit, modifikasi bentuk wajah, serta penanganan-penanganan lainnya.

Sayangnya, banyak masyarakat yang tak paham bahwa terkait tindakan mempercantik atau merawat kulit sehat itu harus ditangani oleh ahlinya.

Begitu banyak klinik kecantikan dan perawatan kulit abal-abal yang dipercaya oleh masyarakat, padahal belum tentu teruji secara klinis.

“Perkembangan pasar di bidang kesehatan kulit juga sangat pesat pada 20 tahun terakhir,” ujar Direktur Klinik Pramudia Jakarta, dokter spesialis kulit dan kelamin Anthony Handoko.

Akan tetapi seiring perkembangan itu, dia menyayangkan bahwa banyak sekali klinik perawatan kesehatan kulit yang bukan ditangani langsung oleh ahlinya, yakni dokter spesialis kulit dan kelamin.

Sebagai direktur sebuah klinik kesehatan kulit dan kelamin, Anthony fokus untuk meluruskan kembali pemahaman masyarakat melalui edukasi.

Memberikan Pelayanan Kesehatan Kulit Dengan Baik

“Kami ingin memberikan pelayanan kesehatan kulit dan kelamin yang benar dan etis, karena kulit dirawat bukan hanya untuk kecantikan tetapi juga kulit yang sehat” ujarnya.

Itulah sebabnya dia memimpin Klink Pramudia kepada visi untuk mendedikasikan pelayanan medis pada bidang penyakit kulit dan kelamin.

Ini yang menjadi salah satu keunggulan klinik ini, yakni seluruh pelayanan medis diberikan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman.

“Kami berusaha membantu meringankan keluhan pasien dan menyembuhkan penyakit pasien dengan pelayanan medis di bidang dermatologi umum, dermatologi anak, dermatologi gariatri, dan penyakit infeksi menular seksual,” ujarnya.

Walau fokus pada sisi medis, Pramudia juga memberikan pelayanan dermatologi kosmetik  bagi yang membutuhkan.

Baca juga: Tips Mata Sehat Meski Sepanjang Hari di Depan Layar

“Secara bisnis kami tidak berada pada lini bisnis klinik kecantikan, melainkan klinik spesialis kulit dan kelamin,” ujar Anthony.

Dia mengatakan bahwa pihaknya fokus pada kesehatan kulit mengingat kesadaran masyarakat terhadap penyakit kulit dan kelamin makin meningkat, tetapi masih kurang diedukasi mengenai kesehatan kulit.

Baca juga: BPOM Perketat Pengawasan Keamanan Obat di Indonesia

Enrina Diah, pemilik usaha bisnis klinik kecantikan Ultimo Clinic juga menyoroti klinik kecantikan abal-abal yang tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan pasien.

“Banyak pasien saya yang ujung-ujungnya datang ke doktoer bedah plastik karena sudah terjadi komplikasi,” katanya.

Baca juga: Perluas Health Ecosystem, Allianz Berinvestasi ke Halodoc

Klinik kecantikan yang abal-abal biasanya tidak berdasarkan pada ilmu medis dalam melakukan tindakan, sehingga sering kali merugikan pasien.

Untuk membedakan klinik kecantikan yang benar dengan yang abal-abal, Enrina mengimbau masyarakat untuk selektif dalam memilih.

“Harus pintar dan kritis, carilah latar belakang dokternya,” ujarnya.

Kehadiran klinik yang tidak sesuai dengan aturan secara tidak langsung mempengaruhi bisnis klinik kecantikan miliknya.

Menurutnya makin banyak pasien komplikasi yang akhirnya datang ke kliniknya.