bpjs kesehatan

Maraknya kejadian penunggakan iuran BPJS Kesehatan membuat Direktur Utama Fahmi Idris mengeluarkan kebijakan baru. Fahmi Idris mewajibkan iuran premi bagi peserta baru dengan skema autodebet. Kewajiban baru ini sudah diumumkan sejak awal tahun 2019.

Baca juga: 4 Fakta Usulan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, dari Besaran hingga Berlaku 2020

“Kami tahun ini melakukan kebijakan mewajibkan pembayaran iuran dengan autodebet pada setiap pendaftaran,” kata Fachmi di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kewajiban pembayaran iuran ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kepatuhan para peserta. Bahkan, hal itu merupakan salah satu program prioritas dalam rencana kerja perusahaan. Adapun 10 program prioritas tersebut berlaku selama lima tahun ke depan.

Baca juga: Harga Rumah Subsidi Naik! Pengembang Ini Kejar 15.000 Unit Rumah

Sementara itu, Direktur Keuangan BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso mengatakan kewajiban pembayaran iuran dengan autodebet berlaku pada peserta umum. Nantinya, skema pembayaran iuran premi dengan autodebet pun akan berlaku kepada seluruh peserta yang sudah terdaftar terlebih dahulu.

Baca juga: Jangan Asal, soal Kesehatan Kulit Percayakan pada Ahlinya