layanan kesehatan
Foto: Lifestyle.bisnis.com

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengisyaratkan bakal pensiun dari jajaran kabinet Presiden Joko Widodo pada Oktober mendatang.

Menkes Nila menceritakan bahwa ada yang ingin mengundangnya jadi narasumber tetapi dia tidak yakin apakah masih jadi menteri lagi atau tidak.

Baca juga: Jangan Asal, soal Kesehatan Kulit Percayakan pada Ahlinya

“Ada anak yang datang sama saya minta saya jadi pembicara tapi saya bilang, saya sudah mau pensiun. Menterinya kan kita nggak tahu, habis Oktober.

Saya mau ngomong 2020 juga harus hati-hati, dikira saya gila hormat,” ujar Nila saat berbicara di JS Luwansa, Jakarta Selatan pada Jumat (23/8/2019).

Nila menyebut ada berbagai hal yang ke depannya harus diperhatikan, seperti pelayanan kesehatan serta pengembangan penelitian dan inovasi.

Baca juga: 6 Khasiat ‘Manis’ Minum Teh Tawar Setiap 

“Saya mengapresiasi kinerja antara kementerian, rumah sakit, industri baik alat kesehatan maupun obat kesehatan.

Kalau kita bisa sinergikan mungkin kita lebih efektif, dan akhirnya juga pelayanan kesehatan kita lebih efisien,” katanya.

Salah satu contoh peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang ia maksud adalah melalui akreditasi. Menurutnya, melalui tingkat keketatan penilaian akreditasi, dapat menunjang fasilitas kesehatan baik untuk petugas maupun pasien.

“Akreditasi pelayanan rumah sakit salah satu contohnya kecoak. Tidak boleh ada kecoak di rumah sakit karena menurut penelitian kecoak itu banyak bakterinya,” ungkap Nila.

Menkes pun mengapresiasi banyaknya penelitian dan inovasi di bidang kesehatan yang berjalan hingga saat ini. Hingga menurutnya, perlu dibuatkan pedoman tersendiri.

“Saya sudah melihat dana anggaran kita dananya kecil, padahal biayanya besar. Kita harus menyediakan obat, vaksin, imunisasi, sehingga sedikit sekali untuk pelayanan kesehatan karena itu saya meminta untuk efisien tapi tetap mengangkat inovasi,” tutupnya.