industri game indonesia

Distrupsi merupakan istilah yang dalam beberapa waktu belakangan seringkali terdengar di telinga dan juga mendorong beberapa pelaku industri mengambil langkah strategis.

Salah satu industri yang diperkirakan bakal terkena dampak cukup signifikan dari disrupsi yang terjadi adalah industri gim.

Adapun, beberapa sektor di industri gim seperti publisher, agregator, dan carrier billing, diprediksi menjadi sektor yang paling terdampak disrupsi itu.

Dampak yang paling signifikan akan dialami oleh publisher. EVP Digital & Next Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Joddy hernadi, transformasi digital membuat proses pendistrisibusian menjadi makin mudah sehingga mendorong banyak pengembang gim melakukan publishing.

“Makannya beberapa publisher besar mencoba mengamankan pasokan gim merekan dengan akuisisi perusahan pengembang gim potensial” ujarnya.

Garena, publisher gim Tanah Air, telah melakukan akuisi terhadap beberapa perusahaan pengembang gim.

Sebagai langkah untuk mengamankan pasokan gim perusahaan tersebut menghadapi distrupsi yang telah terjadi.

Country Manager Garena, Hans Kurniadi, mengaku belum bisa berkomentar terkait dengan akuisisi beberapa perusahaan pengembang gim.

“Namun, kalau ada perusahaan yang sudah diakuisisi kita akan segera rilis,” ujarnya kepada Bisnis.com.

Bagaimana Industri Game Indonesia Kedepan?

Dia menambahkan, distrupsi yang terjadi tidak memberikan dampak signifikan terhadap Garena. Selaku publisher karena perusahaan telah membangun jaringan di daerah.

Sementara itu, perusahaan agregator dan penyedia layanan konten (carrier billing) seperti Google Playstore dan Windows Phone.

Distrupsi yang melanda juga akan memberikan dampak negatif.

Seperti UPoint, Coda, dan Triyakom sangat berpotensi terkena dampak distrupsi, terutama karena kemudahan di era transformasi digital.

Akan mendorong para pemegang jejaring distribusi untuk langsung bekerja sama dengan pihak publisher.

Sementara itu, untuk penyedia layanan konten atau carrier billing, tingginya penetrasi penggunaan uang elektronik menjadi ancaman yang cukup serius dalam beberapa tahun ke depan.

Pasalnya, pembelian konten gim menggunakan uang elektronik dikenakan pajak yang lebih rendah dibandingkan dengan melakukan pembelian langsung di aplikasi penyedia layanan konten.