macet smk

Bukan rahasia lagi jika di banyak kota besar di Indonesia, macet adalah teman akrab. Apalagi di Jakarta yang notabene merupakan kota metropolitan.

Baca juga: Polusi Udara Gila-Gilaan, Ini yang Harus Dilakukan Agar Fit

Penyebab kemacetan bisa beragam. Mulai dari volume kendaraan yang berlebih hingga banyaknya persimpangan jalan di kota-kota besar. Penyebab lainnya bisa datang dari indikator lampu lalu lintas yang tidak bekerja dinamis.

Masalah tersebut mampu ditangkap oleh beberapa siswa SMK Texar Karawang Jawa Barat. Mereka kemudian menciptakan alat pengurai kemacetan. Proyek penelitian ini ikut dilombakan di ajang Toyota Eco Youth (TEY) ke-11 tahun ini, dan berhasil menyabet juara 2 kategori sains.

Baca juga: Berawal dari Candaan, Perusahaan Elon Musk Raup Pendanaan Triliunan

Menurut Kepala Program Teknik Mekatronika SMK Texar Nurhayat Arif, alat ini bisa mendeteksi potensi kemacetan di ruas jalan, terutama di persimpangan. Jadi, alat ini bisa membuat waktu pergantian lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) jadi lebih tepat dan sesuai kondisi nyata.

“Alat ini bisa mengira-ngira, arah jalan mana yang macet itu kita prioritaskan jalannya lebih lama atau lampu hijaunya lebih lama,” kata Nurhayat Arif kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/8/2019).

Alat tersebut bekerja melalui sensor pembaca. “Jika sensor mendeteksi potensi macet, dia akan memberi sinyal ke Programable Logic Controller. Di sini akan mengarahkan input yang tadinya macet itu akan memberi prioritas hijau lebih lama. Dia tidak akan berubah merah sebelum sensor gerak,” jelas Nurhayat Arif.

Baca juga: Listrik Pulih, Polusi Udara Jakarta Kembali

Dalam proses pembuatan alat cerdas ini, Nurhayat Arif mengatakan butuh waktu tiga bulan untuk menyelesaikan. Alat tersebut ternyata sudah diuji cobakan di Klari, Karawang pada Desember tahun lalu.