Asianet.id – Menggunakan mikrofon yang ada di smartphone, metode baru ini sangat efektif bahkan di ruang publik yang bising di mana banyak orang mengetik. Demikian pernyataan para peneliti di Southern Methodist University di Texas, seperti dilansir dari Independent.

Hacker menganalisis berbagai gelombang suara yang dihasilkan ketika tombol keyboard ditekan. Setelah memproses sinyal akustik tersebut, hacker mereka bisa memecahkan kode untuk mengetahui tombol mana yang diketik.

Setelah memproses sinyal akustik, mereka dapat memecahkan kode kunci mana yang dipukul dan dalam urutan yang mana. Metode ini dapat digunakan tidak hanya untuk memecahkan kata sandi seseorang, tetapi juga menguraikan email atau pesan pribadi seseorang.

Baca Juga : Deepfake, Teknologi yang Membuat AS Takut

“Berdasarkan apa yang kami temukan, saya pikir pembuat smartphone harus kembali memastikan mereka meningkatkan peningkatan keamanan privasi bagi orang-orang yang punya akses ke sensor di smartphone,” kata Erick Larson, asisten profesor di Southern Methodist University yang memimpin studi tersebut.

Beberapa aplikasi smartphone seringkali mengharuskan pengguna memberi izin aplikasi untuk mengakses mikrofon perangkat sebagai bagian dari ketentuan layanan (term of service). Hal itu bisa dimanfaatkan hacker jahat membuat aplikasi dengan tujuan membajak microfon telepon.

Para peneliti memperingatkan bahwa korban tidak akan tahu bahwa mereka sedang diretas. Untuk melakukan aksi ini, hacker jahat butuh material yang digunakan untuk alas mengetik karena permukaan logam dan kayu menghasilkan pola gelombang suara yang berbeda.

Baca Juga : BAHAYA! Jangan Googling Nama Nicki Minaj dan Tessa Thompson!