Sosok Bacharuddin Jusuf Habibie memang dikenal romantis. Bahkan Romantisme Habibie dengan Ainun saking melegendanya sampai diangkat menjadi sebuah film.

Mungkin sebelum mulai membaca artikel ini kalian bisa mendengarkan sebuah lagu dari Banda Neira.

Baca juga: Ada Lampu Ijo dari Gebetan, Yuk Bikin Playlist Spotify Cinta-cintaan Versi ’80 an!

Pertemuan Habibie dan Ainun memang sejak SMP, namun kisah cinta remaja dan saling ejek dimulai ketika SMA. Namun, kisah cinta tersebut harus terputus karena BJ Habibie yang saat itu lebih dikenal sebagai Rudy, harus melanjutkan sekolah di Jerman.

Sekembalinya ke Indonesia, Habibie bertemu lagi dengan Ainun. Ejekan masa kecilnya dulu, berbalik menjadi pujian karena kecantikan Ainun. Dan semua kisah cinta remaja menjadi kasih abadi yang mendewasa. Mereka menikah di tahun 1962.

“sampai kita tua… sampai jadi debu…
kau di liang yang satu… ku di sebelahmu”

Tahun 2010, perempuan bernama Hasri Ainun harus pergi terlebih dulu lantaran penyakit kanker yang dideritanya. Untuk itu selama sembilan tahun Presiden RI Ke-3 ini harus hidup sendiri melepas kepergian istri.

Cinta kasih mantan Presiden yang dikenal sebagai pelopor penerbangan dan Bapak Crack ini abadi. Dalam kesendiriannya dia selalu menyampaikan bahwa Ainun tidak pernah mati di hatinya.

“Saya mencintai Ainun, tapi Allah yang menciptakan kita semua lebih cinta Ainun. Saya tidak pernah merasa ditinggal Ainun, karena dia selalu berada dalam hati saya.”

Baca juga: Presiden Jokowi Jenguk BJ Habibie di RSPAD Gatot Soebroto

Beliau menyiapkan satu tanah kosong di samping makam sang istri. Setiap Jumat beliau selalu menyempatkan datang untuk memberi bunga. Kabarnya, beliau juga meminta penjaga TMP Kalibata, Jakarta untuk mengganti bunga-bunga yang kering di makam sosok yang pernah diperankan oleh Bunga Citra Lestari ini.

Tepat di tanggal 11 September 2019, BJ Habibie tutup usia. Kini ia telah beristirahat. Kini Habibie terbang menemui Ainun, cinta sejatinya.

Semoga kisah cintanya, perjuangannya untuk Indonesia, apapun yang sudah beliau lakukan untuk kita menjadi amal panjang. Amal yang tidak pernah putus bagi keduanya.