gofood

Indonesia menjadi negara pencemar laut terbesar kedua di dunia. Setiap harinya, masyarakat Indonesia menghasilkan 175.000 ton limbah. 15 persen diantaranya berasal dari plastik sekali pakai yang digunakan untuk kemasan makanan, barang-barang konsumsi, dan tas belanja.

Baca juga: Rich Brian Pengen Makanan Indonesia, Gojek Beneran Kirim ke New York

 Gojek melalui GoFood menjadi pionir dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dari merchant-nya. GoFood memberikan pilihan pada pelanggan untuk tidak memesan alat makan sekali pakai. Nantinya akan menerapkan biaya tambahan untuk peralatan makan sekali pakai melalui aplikasinya.

Bekerja sama atasi masalah sampah

GoFood bersama dengan lembaga dan organisasi terkemuka dalam pelestarian lingkungan ini, diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta World Wildlife Fund for Nature (WWF) Indonesia.Tentu saja langkah tersebut sangat diapresiasi oleh pihak KLHK.

Baca juga: Lima Fitur Terbaru GrabExpress Untuk UMKM

“Pemerintah telah mempunyai kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dan mengakselerasi penerapannya untuk memastikan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di daerah. Ada 14 kota dan 1 provinsi (Bali) yang telah melarang penggunaan plastik sekali pakai. Oleh karena itu, KLHK mengapresiasi GoFood sebagai aplikasi layanan pesan-antar makanan pertama di Indonesia yang mendukung upaya pemerintah untuk pengurangan sampah plastik dengan memberikan pilihan kepada konsumen GoFood untuk tidak menggunakan alat makan sekali pakai,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7/2019).

Biaya tambahan untuk alat makan sekali pakai

Saat ini GoFood mulai memungut biaya ekstra sebesar Rp 1.000 hingga Rp 3.000 bagi pengguna aplikasinya yang ingin mendapatkan alat makan sekali pakai. Apabila pengguna tidak memilih pilihan “Set Alat Makan” di kolom paling bawah menu, secara otomatis tidak mendapatkan alat makan sekali pakai.

Langkah Gojek didukung oleh 750 outlet yang tergabung sebagai merchant. Outlet-outlet tersebut tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali. Mereka sejalan dengan Gojek menanggapi serangkaian kebijakan tingkat pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia.

Baca juga: Investasi di Gojek, Mitsubishi Gagas Layanan Baru

Selain menambahkan biaya ekstra untuk alat makan sekali pakai, GoFood juga akan melengkapi para mitra driver dengan tas pengiriman baru. Langkah tersebut dilakukan agar merchant dapat mengemas makanan secara langsung dengan tas. Tanpa perlu menggunakan plastik tambahan.