gempa bali

Selasa (16/7/19) pukul 08.18 WITA, Bali diguncang gempa dengan magnitudo 6 SR. Sontak warga langsung menyelamatkan diri dengan berhamburan keluar rumah. Getaran gempa dirasakan cukup lama dan mengakibatkan kaca-kaca jendela bergetar bahkan pintu pagar besi juga bergoyang.

Menurut BMKG, gempa terjadi di koordinat 9,11 Lintang Selatan dan 114,54 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 68 Km arah barat daya Nusa Dua Bali. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: #BusinessMatching RI di Selandia Baru Cetak 970 Miliar

Gempa yang terjadi di Nusa Dua, Bali tersebut bahkan dirasakan hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Lumajang, Jawa Timur. Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa berasosiasi dengan zona subduksi antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia.

Getaran gempa dirasakan dalam skala MMI V di Badung dan Nusa Dua. Sementara di Denpasar, Matara, Lombok Tengah, Lombok Barat dirasakan dalam skala IV. Di Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara getaran dirasakan skala III MMI. Sedangkan di Jember dan Lumajang, getaran gempa dirasakan skala II MMI.

Baca juga: #TipsSukses Ala Bill Gates, Tak Percaya Cuti

Selanjutnya, menurut info dari pos-pos pemantauan gunung api terdekat, gempa bumi ini dirasakan sebesar III MMI di Pos Pengamatan Gunung Batur dan Gunung Agung di Bali serta Gunung Raung di Banyuwangi. Gempa bumi ini juga dirasakan sebesar II MMI di Pos Pengamatan Gunung Rinjani, Lombok.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan gempa cukup dirasakan karena daerah terdekat pusat gempa merupakan batuan karbonat berumur tersier dan batuan gunung api berumur kuarter.

Baca juga: Penjelasan BMKG Mengenai Gempa 7,2 SR di Labuha

PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintahan daerah dan BPBD setempat, serta tidak terpancing isu/kabar bohong (hoax). Namun, masyarakat haru tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.