festival topeng
Penari Sanggar Purwa Kencana Cirebon menampilkan Tari Topeng pada acara Solo International Mask Festival 2019 di Balaikota, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/7/2019). Pertunjukan yang berlangsung 5-6 Juli tersebut sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional Tari Topeng. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan bertajuk Ponorogo Internasional Mask And Folklore Festival (PimfoFest) atau Festival Topeng dan Folklore 2019.

Akan terdapat puluhan topeng unik dan khas dari tujuh negara yang bakalan unjuk gigi dalam pagelaran festival tersebut.

Tujuh negara yang memamerkan topeng dalam festival tersebut antara lain Ruisa, Slovakia, Uzbekistan, Korea Selatan, Timor Leste, Ekuador, dan Meksiko.

Selain itu, terdapat juga delegasi budaya dari tujuh daerah di Indonesia. Termasuk juga topeng-topeng unik dari Ponorogo.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan kegiatan skala Internasional itu akan berlangsung dari hari Sabtu-Selasa 27-30/7/2019.

Kegiatan tersebut akan dimulai dengan parade budaya para peserta yang jumlahnya hingga 150 orang.

“Saat ini persiapannya sudah hampir 90% dan panggung sudah siap. Kedatangan para peserta juga sudah pasti.

Penjemputan dan berbagai izin juga sudah ada,” kata Ipong seusai rapat kordinasi persiapan festival topeng di Aula Bappeda, Rabu 24/7/2019.

Baca juga: Menpar Targetkan Labuan Bajo jadi Destinasi Wisata Premium

Parade topeng yang dilaksanakan pada Sabtu 27/7/2019 sore, para peserta akan berjalan dengan kosum untuk dari masing-masing negara.

Dan diikuti para delegasi budaya dari beberapa daerah di Indonesia.

Ipong menyampaikan, untuk rute parade tersebut mulai dari Jl. Gajah Mada ke barat menuju Paseban Alun-alun Ponorogo.

Setelah upacara pembukaan, mereka akan tampil selama tiga menit untuk setiap peserta.

Baca juga: Jokowi Cabut Izin Perusahaan yang Cemari Danau Toba

Lebih lanjut, Ipong berharap Ponorogo lebih dikenal masyarakat luas dan di luar negeri.

“Peserta luar negeri ini tentunya bisa menginformasikan saat pulang ke negara masing-masing. Ini juga untuk membangun pariwisata di Ponorogo. Agar Ponorogo lebih dikenal, setelah dikenal didatangi,” kata Ipong.

Menurut dia, pemilihan topeng sebagai tema festival karena Reog Ponorogo termasuk dalam kategori topeng.

Baca juga: Gandeng Grab, Bintaro Jaya Luncurkan GrabWheels

Bahkan, Reog disebut sebagai salah satu tari topeng terbesar di dunia.