baiq nuril amnesti

Akhir kasus UU ITE yang menjerat Baiq Nuril berujung manis. Pasalnya, Presiden Jokowi telah meneken keppres amnesti untuk Baiq Nuril. Presiden Jokowi tak keberatan bila Baiq Nuril hendak bertemu langsung dengannya setelah keppres itu diterbitkan. Jokowi siap menerima Baiq Nuril dengan senang hati.

Baca juga: Jokowi Cabut Izin Perusahaan yang Cemari Danau Toba

Pengacara Baiq Nuril, Aziz Fauzi memanjatkan rasa syukur dan tak henti mengucapkan terima kasih kepada Presiden, DPR, dan semua pihak yang telah menyuarakan keadilan untuk Baiq Nuril. Menurut Aziz Fauzi, Baiq Nuril memang layak mendapatkan amnesti.

Perjalanan kasus Baiq Nuril berawal dari pelaporan Muslim terhadapnya pada 17 Maret 2015. Pada 27 Juli 2017 Baiq Nuril divonis bebas oleh PN Mataram. Jaksa lantas mengajukan kasasi ke MA. Pada 26 September 2018, Baiq Nuril divonis bersalah dan dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta pada putusan kasasi.

Baca juga: Presiden Jokowi Akan Gaji Pengangguran

Baiq Nuril dalam putusan di MA dinyatakan terbukti bersalah mentransfer/mentransmisikan rekaman percakapan dengan mantan atasannya berinisial M. Kasus tersebut terjadi saat Baiq Nuril menjadi staf honorer di SMAN 7 Mataram.

Padahal Baiq Nuril merekam percakapan dengan bekas atasannya di SMAN 7 Mataram berinisial M untuk membela diri. M, disebut Baiq Nuril, kerap menelepon dirinya dan berbicara cabul. Hal itu yang membuat masyarakat bersimpati terhadap kasus yang menimpa Baiq Nuril.

Setelah kalah di upaya peninjauan kembali (PK), banyak pihak mendorong agar Presiden Jokowi memberikan amnesti. Surat pertimbangan amnesti pun disetujui DPR pada sidang paripurna. Saat pertimbangan amnesti disetujui DPR, Baiq Nuril berurai air mata mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi.

Baca juga: Komnas Perempuan Tidak Main-Main Untuk Kasus Ikan Asin