sayembara tangkap maling

Warga RW 003 Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat menggelar sayembara tangkap maling dengan hadiah Rp500 ribu.

Spanduk sayembara tangkap maling tersbut terpampang di ruas jalan daerah RW 003.

Ketua RW 003 Nuryadin Rahman menuturkan program tersebut sebagai antisipasi tindak kriminal sekaligus mendorong warga aktif menangani kejahatan di daerahnya.

“Lingkungan tetangga itu kalau ada apa-apa yang mencurigakan kayak kurang peduli sehingga sering terjadi kemalingan di rumah kosong,” ujar Nuryadin kepada CNNIndonesia.com.

Nuryadin menuturkan wilayahnya rawan tindak kriminal karena keadaan lingkungan yang sepi. Beragam tindak kejahatan pernah terjadi seperti pencurian, jambret, hingga pelecehan seksual di ruang terbuka.

Baca juga: Tarif Ojek Online Bakal Berlaku di 20 Kota

Damyati, salah satu warga RW 003 menyambut baik program sayembara ini. Menurutnya, selama ini warga sekitar di lingkungannya kurang peduli dan berperan aktif dalam tindakan mengurangi kejahatan.

Dia lantas menceritakan pengalaman adiknya yang kemalingan di tengah hari bolong. “Adik saya kan rumah dekat sini, waktu itu kami pergi sebentar jam setengah satu siang, pulang-pulang sudah kebongkar itu rumah habis kena maling,” ujar Damyati.

Damyati menuturkan saat peristiwa kemalingan ada tetangga yang mendengar suara berisik, namun tidak dihiraukan karena dikira ada saudara yang berkunjung.

Nuryadin membenarkan hal tersebut. Karena itu menurutnya perlu sebuah program yang membantu masyarakat lebih waspada dan aktif mengurangi tingkat kejahatan.

Menurut Nuryadin sayembara tangkap maling berhadiah uang juga bisa mencegah aksi warga main hakim sendiri.

Dia mengatakan dalam sayembara ada ketentuan warga mengamankan barang bukti dan membawa pihak yang melakukan tindak kejahatan.

Baca juga: Kisah Adithya Merintis “Dapur GG” Beromzet Miliaran

“Harus ketangkep kan itu malingnya, jadi jangan sampai ada istilahnya itu main hakim sendiri,” katanya.

Peringatan Untuk Pelaku Kejahatan

Nuryadin memajang spanduk sayembara di sejumlah titik di ruas jalan RW 003 yang ia pimpin.

Selain menggunakan spanduk, warga mendapat sosialisasi melalui grup WhatsApp atau pamflet yang dipasang di ‘papan mading’ lingkungan RW 003.

Menurutnya, publikasi sayembara bisa membuat calon pelaku kejahatan di daerahnya berpikir dua kali.

Warga RW 003 lain, Darto (bukan nama sebenarnya), mengaku belum mengetahui rinci mengenai sayembara tangkap maling tersebut.

Baca juga: Kembali Diterpa Musibah, Outlet Ayam Geprek Milik Ruben Onsu Kebakaran

Meski demikian Darto mengapresiasi sayembara tangkap maling itu. Dia bilang menangkap pelaku kejahatan berisiko, sehingga perlu mendapat apresiasi yang setimpal.

Terlepas dari apresiasi itu Darto menekankan pengawasan dana sayembara. Dia berharap dana yang disediakan memang benar-benar disalurkan secara tepat.

Nuryadin sendiri menjelaskan bahwa hadiah hanya diberikan kepada satu warga yang berhasil menangkap dan mendapatkan bukti tindak kejahatan tersebut.

“Pemberian uang itu nanti akan kami kasih ke orang pertama yang menangkap. Jadi, nanti mereka pembagiannya seperti apa, ya terserah mereka,” jelas Nuriyadin.