gubernur kepri

KPK berhasil mengamankan Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepulauan Riaui (Kepri) dalam operasi tangkap tangan. Nurdin Basirun ditangkap bersama lima orang lain termasuk pihak swasta.

Pemeriksaan sedang dilakukan di Polres Tanjungpinang. Rencanya, keenam orang tersebut akan segera dibawa ke Jakarta untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

Baca juga: Maruf Amin Siap Melepaskan Sarung Jika Diminta

Dalam OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan uang SGD 6.000. Diduga uang tersebut bukan uang penerimaan suap yang pertama kali. Transaksi tersebut ditengarai terkait rencana reklamasi di Provinsi Kepulauan Riau.

Tertangkapnya Nurdin Basirun yang juga Gubernur Kepri menjadikan dirinya sebagai kepala daerah ketiga yang terkena OTT dari KPK selama 2019. Sebelumnya ada nama Khamami selaku Bupati Mesuji dan Sri Wahyuni Maria Manalip selaku Bupati Talaud.

Baca juga: Perubahan Bea Materai, Sri Mulyani: Usulan Ini Berpihak Pada UMKM

Nurdin mempunyai total harta kekayaan kurang-lebih Rp 5,8 miliar. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dimuat di situs e-LHKPN KPK, Kamis (11/7/2019), Nurdin terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Mei 2018 untuk periode kekayaan 2017.