bahaya kafein

Bahaya kafein berlebihan selama kehamilan berpotensi mengganggu perkembangan hati janin dan meningkatkan risiko penyakit hati saat anak dewasa, studi Journal of Endocrinology.

Dalam study yang dilansir Science Daily, Senin 29/7/2019, peneliti menempatkan tikus hamil sebagai objek penelitian.

Mereka menemukan bayi tikus lahir dengan berat lebih rendah, perubahan tingkat hormon pertumbuhan dan stres, serta mengalami gangguan perkembangan hati.

Konsumsi kafein setara 2-3 cangkir kopi bisa mengubah hormon stres dan pertumbuhan dan meningkatkan risiko penyakit hati pada masa dewasa.

Baca juga: Rahasia Jadi Orang Kaya, Begini Caranya

Studi sebelumnya mengindikasikan asupan kafein saat hamil sebanyak 300mg atau setara 2-3 cangkir kopi tiap hari, bisa menyebabkan bayi lahir dengan bobot lebih rendah.

Penelitian pada hewan menunjukkan konsumsi kafein prenatal mungkin memiliki efek jangka panjang yang lebih merusak pada perkembangan hati dengan peningkatan kerentanan terhadadap penyakit pelemhan hati.

Namun, peneliti mengakui hubungan mendasar antara paparan kefein prenatal dan gangguan perkembangan hari masih belum dipahami.

Baca juga: Sayuran Paling Sehat Wajib Anda Konsumsi

(suatu kondisi yang biasanya terkait dengan obesitas dan diabetes)

“Hasil study kami menunjukkan kafein prenatal menyebabkan aktivitas hormon stres berlebihan pada ibu.

Yang menghambat aktivitas hormon hati IGF-1 untuk perkembangan hati sebelum kelahiran,” kata Dr Yinxian Wen, penulis tentang kafein pada kehamilan itu.

Temuan penelitian itu sekaligus mengkonfirmasi paparan kafein prenatal menyebabkan berat badan lahir lebih rendah dan gangguan perkembanfan hati sebelum kelahiran.

Baca juga: Gerakan Sederhana Bisa Buat Badan Bugar Sepanjang Hari

(Tapi temuan itu perlu dikonfimasi pada tubuh manusia).

“Kafein prenatal tidak baik untuk bayi meski temuan tersebut masih perlu dikonfirmasi pada manusia.

Saya akan merekomendasikan wanita sebaiknya menghindari kafein selama masa kehamilan,” Tutur Wen.