imei

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya angkat suara mengenai nasib ponsel turis atau WNA (Warna Negara Asing) yang mengunjungi Indonesia ketika aturan IMEI ponsel diterapkan.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Industri Peralatan Informasi, Perkantoran, dan Elektronika Profesional Kemenperin, Najamudin  di acara Asia IoT Business Platform, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Baca juga: Nasib Ponsel BM Jika Aturan IMEI Diberlakukan

Ketika turis membawa handphone dan sim card dari negaranya tidak diganti, maka tidak akan terdampak. Karena tidak ada aturan tersebut dalam draft aturan IMEI.

Namun ketika turis tersebut menukar dengan sim card lokal, maka pemerintah akan melakukan proses identifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama operator seluler maupun Device, Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS).

Baca juga: Siap-Siap, Ponsel BM Tidak Bisa Digunakan di Indonesia

Tujuan aturan IMEI tersebut adalah melindungi industri dan konsumen di Indonesia. Penyusunan peraturan tersebut dilakukan oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Perdagangan.

Tanggal 17 Agustus 2019 merupakan target tenggat waktu pelaksanaan aturan tersebut.

Baca juga: Wow! Tokopedia dan Traveloka Akan Buat Umrah Digital