kecanduan gadget

Saat ini, rata-rata menit pemakaian gadget makin meningkat. Karena disadari atau tidak, dari sejak bangun tidur hingga kembali tidur, tangan tak lepas dari gadget.

Namun, penggunaan gadget yang terlalu sering atau bahkan kecanduan gadget ternyata mempunyai dampak buruk. Dampak buruk tersebut mempengaruhi sisi kesehatan si pengguna gadget. Mulai dari mempengaruhi sperma hingga tulang belakang.

Baca juga: Amazon dan Ngerinya Ancaman terhadap Kematian TV Berbayar

Dampak kecanduan gadget bagi tubuh seperti dikutip dari Entrepreneur adalah sebagai berikut:

  1. Sakit pada siku
    Posisi penggunaan gadget dengan tangan ke atas dan siku bertumpu pada meja bisa menimbulkan rasa nyeri bahkan sensasi mati rasa pada lengan atas atau siku.
  2. Kesehatan mata
    Orang tua sejak lama mengingatkan ketika menggunakan gadget agar tidak terlalu dekat dengan mata karena menyebabkan mata cepat lelah. Namun bahaya lebih besar mengintai pengguna gadget yang terlalu lama. Paparan sinar biru yang berasal dari layar gadget dapat membuat pusing.
  3. Pendengaran terganggu
    Mendengarkan musik melalui earphone dengan volume tinggi memang mengasyikkan. Namun pengguna harus lebih menjaga volume gadget ke batas aman bagi telinga. Mendengarkan musik lewat earphone dengan volume tinggi selama terus menerus dapat menimbulkan gangguan pendengaran.
  4. Sakit pada ibu jari
    Sering scroll layar gadget membuat ibu jari atau jempol sakit. Sendi pada ibu jari bisa meradang bahkan lebih parah dapat menyebabkan tendonitis yang menyakitkan.
  5. Tulang belakang terganggu
    Kecanduan gadget juga menyebabkan berubahnya postur tubuh. Bagi yang terlalu sering bermain gadget, akan terdapat tonjolan pada tulang belakang yang menyebabkan badan menjadi bungkuk.
  6. Jumlah sperma menurun
    Studi di tahun 2011 menemukan bahwa pria yang menggunakan WiFi lebih dari 4 jam ternyata bisa menurunkan kemungkinan mereka untuk menjadi seorang ayah. Hal ini dikarenakan radiasi elektromagnetik secara langsung mempengaruhi jumlah sperma dan DNA.

Baca juga: Kontribusi Mitra Gojek Buat Perekonomian Bandung Tembus Rp 2,1 Triliun