investasi bodong

Kasus investasi bodong kembali muncul. Kali ini ribuan orang menjadi korban. Investasi bodong tersebut berkedok pengolahan jamu. Korban mengaku tergiur gaji sejuta rupiah per minggu.

pelaku investasi bodong

Total 1800 warga di  Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta diduga menjadi korban investasi bodong oleh PT Krishna Alam Sejahtera milik Alfarizi di Klaten. Demi bergabung menjadi mitra, warga harus “menyetor” uang pendaftaran sesuai paket yang dipilih. Sebanyak tiga paket yang harus dipilih warga, yakni senilai Rp 8 juta, Rp 16 juta dan Rp 24 juta.

Baca juga: Deretan Mobil Baru Siap Meluncur di GIIAS 2019

Setelah mendaftarkan diri, mitra tersebut mendapatkan peralatan untuk bekerja, seperti oven hingga bahan-bahan jamu. Mitra nantinya hanya bertugas mengeringkan bahan jamu yang basah yang diberikan oleh Alfarizi.

Sekali setor dalam seminggu, mitra bisa memperoleh gaji sesuai paket yang dia ikuti. Paket pertama mendapatkan Rp 1 juta, kedua Rp 2 juta dan ketiga Rp 3 juta.

Baca juga: Pemerintah Punya Utang Sebesar Rp 4.570 Triliun

Andri (28) yang merupakan salah satu korban investasi bodong mengatakan, awalnya ia mendaftar paket kedua, yakni Rp 16 juta. Ia menambah nilai investasi hingga Rp 70 juta setelah merasakan imbal balik yang menguntungkan. Andri bergabung sejak empat bulan lalu karena berhasil diyakinkan oleh Alfarizi yang usahanya sudah terdaftar, pakai tanda tangan materai, serta sering bertemu di kantor pelaku.

Korban lainnya, Tri (30), warga Trucuk, Klaten, mengaku baru saja mendaftar paket kedua. Dia sama sekali belum menerima keuntungan. Menurutnya, Alfarizi pandai berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan kerap Alfarizi bersikap agamis sehingga para mitra bersimpati dengannya.

Baca juga: Breaking News! Gubernur Kepri Kena OTT KPK